Kerusakan di Venezuela akibat gempabumi dahsyat yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6). (BP/Antara)

Ankara, 27/6 (ANTARA) – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang. Sementara itu, 3.630 lainnya mengalami luka-luka, menurut Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, Jumat (26/6).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Rodríguez mengatakan bahwa “gempa ganda” yang melanda pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6), diikuti gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang paling terdampak, terutama di negara bagian La Guaira.

Baca juga:  Jumlah Korban Jiwa Gempa Ishikawa Diperbarui, Puluhan Orang Dilaporkan Tewas

Rodríguez mengungkapkan bahwa sebanyak 383 bangunan mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu infrastruktur setempat. Selain itu, 3.007 warga terpaksa mengungsi dan kini ditampung di tempat penampungan sementara serta rumah sakit lapangan.

Tim penyelamat, yang diperkuat personel pencarian dan penyelamatan internasional, masih terus berupaya menemukan korban selamat yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Rodríguez juga mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan menuju La Guaira karena kemacetan lalu lintas menghambat proses evakuasi korban luka serta memperlambat operasi tanggap darurat.

Baca juga:  Dipulangkan, Pencari Suaka Asal Venezuela

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) dengan selang waktu hanya 39 detik.

Menurut USGS, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil di tenggara Kota Yumare, negara bagian Yaracuy. Adapun gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 14,9 mil di timur laut Kota San Felipe, yang juga berada di negara bagian Yaracuy. (kmb/balipost)

Baca juga:  Pascagempa 8,7 SR, Puluhan Gempa Susulan Dilaporkan Rusia
BAGIKAN