Kondisi kendaraan usai terlibat lakalantas di simpang empat Pludu, Desa Bayung Gede, Kintamani, pada Kamis (16/7). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kerawanan simpang empat Pludu di Desa Bayunggede, Kintamani, kembali menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk dan sepeda motor dinas Polri pada Kamis (16/7). Berulangnya lakalantas di titik tersebut mendorong perlunya langkah penanganan yang lebih menyeluruh dari instansi terkait.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bangli, Ida Bagus Widnyana, Jumat (17/7), menjelaskan bahwa penanganan di persimpangan jalan provinsi tersebut sebenarnya sudah dikoordinasikan ke pemerintah provinsi. Sekitar dua tahun lalu, Pemerintah Provinsi Bali telah menyikapi kerawanan tersebut dengan memasang lampu peringatan (warning light) di sisi utara dan selatan jalur utama untuk menurunkan laju kendaraan. Namun, insiden tabrakan tetap saja berulang.

Widnyana juga menegaskan bahwa penanganan kerawanan di simpang Pludu dengan cara pemasangan lampu merah (traffic light) bukan solusi tepat. “Kalau dari karakteristik simpang pemasangan traffic light tidak memungkinkan. Karena dari sisi timur turunan, barat juga turunan,” ujarnya.

Baca juga:  Begini Kronologi OTT Suap Impor Bawang Putih

Selain itu, lebar jalan utama juga belum memadai yang berpotensi memicu kemacetan. Opsi marka kejut atau rumble strip yang sempat efektif meredam laju kendaraan juga sudah tidak bisa digunakan karena telah dibongkar akibat protes warga sekitar yang terganggu oleh getaran.

Widnyana menilai upaya yang paling tepat untuk menurunkan kerawanan adalah melakukan perbaikan geometrik simpang. Penanganan tersebut, kata dia, berada dalam kewenangan instansi yang menangani bidang pekerjaan umum karena berkaitan dengan konstruksi jalan. “Karena terkait aset jalan, yang membidangi itu kembali ke Dinas Pekerjaan Umum,” ujar Widnyana.

Sebagaimana yang diketahui kecelakaan lalu lintas di simpang empat Pludu, Desa Bayung Gede, Kintamani, pada Kamis (16/7), bermula saat truk berwarna abu-abu yang dikendarai I Wayan Mustika melaju dari arah selatan menuju ke utara (jurusan Payangan menuju Kintamani). Setibanya di lokasi kejadian sebuah sepeda motor dinas Polri yang dikendarai anggota Polri Putu Nguah Sudiatmika (53) asal Gianyar melaju dari arah timur menuju ke barat (jurusan Bayung Gede menuju Belancan).

Baca juga:  Tim URC Tangkap Ratusan Pencuri, Termasuk Jambret Spesialis WNA

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi truk tidak dapat menghindar dan langsung menabrak sepeda motor tersebut. Akibat benturan yang keras, sepeda motor bersama pengendaranya terpental dan jatuh ke dalam selokan di pinggir jalan. Korban yang mengalami luka langsung dilarikan ke Puskesmas Kintamani VI. Kasus kecelakaan tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

Kanit Lantas Polsek Kintamani, IPTU I Nengah Bagiadnyana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban merupakan seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Tembuku. “Korban saat ini masih dirawat,” ujarnya.

Bagiadnyana mengungkapkan simpang empat Pludu tergolong rawan kecelakaan. Jika berkendara dari arah Desa Bayung Gede, keberadaan perempatan tersebut kerap kali tidak terlihat dengan jelas oleh pengguna jalan. Kerawanan itu terbukti dari tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut. “Sering sekali ada kecelakaan, sebulan ada saja. Korbannya luka berat hingga meninggal,” ungkapnya.

Baca juga:  Kasus Lakalantas di Tabanan Meningkat, Dominan Kecelakaan Tunggal

Meskipun rambu lalu lintas sudah terpasang di sana, keberadaannya dinilai kurang maksimal untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Guna menekan angka kecelakaan dan mengurangi fatalitas kecelakaan di lokasi itu, pihak kepolisian meminta adanya upaya nyata dari pemerintah untuk memberikan solusi di lokasi tersebut.

Menurut Bagiadnyana, untuk menurunkan kecepatan kendaraan saat akan memasuki persimpangan tersebut perlu dibuatkan jalan bergetar atau pemasangan lampu lalu lintas (traffic light). “Paling bagus menurut saya adalah pemasangan lampu merah (TL) di simpang tersebut,” pungkas Bagiadnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN