
MANGUPURA, BALIPOST.com – Perayaan Hari Suci Kuningan tahun ini membawa angin segar bagi masyarakat Kabupaten Badung. Berbeda dengan Galungan yang biasanya diiringi kenaikan harga, kebutuhan pokok relatif stabil dan terkendali pada perayaan Kuningan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan dari pantauan harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Badung, terpantau stabil menjelang perayaan Hari Raya Kuningan.
Berdasarkan data Laporan Harga Harian per Jumat (26/6), tidak ada pergerakan harga yang signifikan pada puluhan komoditas pangan utama jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Hasil pemantauan menunjukkan, beras medium seperti Beras Cap Tempong dan Beras Cap C4 masih bertahan di harga Rp14.200 per kilogram. Sementara beras premium stabil di angka Rp15.700 per kilogram, dan Beras SPHP Bulog tetap dilepas dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur yang biasanya mengalami lonjakan juga terpantau stabil. Harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau masing-masing berada di angka Rp40.000 per kilogram. Cabai rawit merah berada di harga Rp48.333 per kilogram, sedangkan bawang merah dan cabai merah besar sama-sama di harga Rp38.333 per kilogram. Bawang putih honan juga tetap di angka Rp40.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein, daging sapi paha belakang masih menjadi komoditas tertinggi di harga Rp120.000 per kilogram. Daging ayam ras karkas stabil di Rp38.000 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di harga Rp28.800 per kilogram. Komoditas laut seperti ikan tongkol dijual Rp40.000 per kilogram dan udang basah Rp80.000 per kilogram.
Harga minyak goreng pun tidak mengalami gejolak. Minyakita dijual Rp15.700 per liter, minyak goreng curah Rp19.800 per liter, dan minyak goreng premium di angka Rp20.667 per liter.
“Kondisi harga yang relatif tenang ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat di Kabupaten Badung dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan sarana upakara menjelang Hari Raya Kuningan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menampik adanya kenaikan pada beberapa komoditas, meskipun tidak signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan serta tingginya biaya distribusi dari Jawa dan NTB.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras, minyak goreng, dan telur ayam ras tercatat melandai karena pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar. Pasokan telur juga meningkat berkat dukungan dari Pulau Jawa. “Selain itu, faktor cuaca juga memengaruhi produksi di Kintamani, Bangli sebagai salah satu sentra bawang merah,” tegasnya.
Rosyawati menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar di Badung. Pengawasan rutin dilakukan di Pasar Petang, Pasar Mengwi, Pasar Blahkiuh, Pasar Sempidi, Pasar Dalung, Pasar Kuta II, dan Pasar Jimbaran, termasuk pasar modern dan distributor bahan pokok.
Ia memastikan, kenaikan harga saat ini bukan dipengaruhi oleh harga BBM, melainkan faktor cuaca serta peningkatan permintaan menjelang hari raya. “Sementara ini belum ada kenaikan harga karena harga BBM. Kenaikkan harga lebih karena faktor cuaca dan menjelang Galungan,” ucapnya. (Parwata/balipost)










