Kerusakan di Venezuela akibat gempabumi dahsyat yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6). (BP/Antara)

MEKSIKO, BALIPOST.com – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela meningkat menjadi 235 orang hingga Kamis (25/6) malam waktu setempat.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Menteri Kesehatan Carlos Alvarado mengatakan selain korban jiwa, ribuan orang mengalami luka-luka.

“Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian besar mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi,” kata Alvarado.

Baca juga:  Peduli Warga Terdampak COVID-19, Ini Dilakukan Danramil-PLN

Menteri kesehatan itu mengatakan sekitar 235 orang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah meninggal dunia atau meninggal sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.

Menurut Alvarado, situasi paling kritis masih terjadi di negara bagian La Guaira, yang mencatatkan jumlah korban tewas dan luka terbanyak.

Alvarado menjelaskan bahwa segera setelah gempa terjadi, mekanisme tanggap darurat nasional langsung diaktifkan. Lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk lebih dari 1.200 dokter, dikerahkan untuk memberikan bantuan di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Baca juga:  Satpel Pelabuhan Gilimanuk Ramp Check Kapal Penyeberangan

Dia menambahkan bahwa tidak hanya rumah sakit pemerintah, tetapi juga klinik swasta turut berpartisipasi dalam penanganan korban. Saat ini, lebih dari 150 pasien dirawat di fasilitas kesehatan swasta, banyak korban luka ringan telah dipulangkan.

Dua gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, disusul 30 gempa susulan. Bencana tersebut menghancurkan banyak rumah, merusak infrastruktur dan rumah sakit, serta menyebabkan bandara utama negara itu ditutup. (kmb/balipost)

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Pemeliharaan Jaringan Listrik di Bali pada 12 Maret 2026
BAGIKAN