
NEGARA, BALIPOST.com – Jembrana terus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dengan mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penopang utama kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan karakter wilayah yang masih didominasi sektor pertanian, namun juga berkembang sebagai sentra usaha ternak sapi dan kambing di Bali.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat menyerahkan bantuan 44 ekor kambing kepada salah satu kelompok peternak di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang juga mengungkapkan target besar pemerintah daerah untuk menjadikan Jembrana sebagai produsen kambing terbesar di Bali.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya berupa ternak kambing, tetapi juga membawa harapan, semangat, dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Program ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama, yang dulu dikenal dengan nama Gempita,” ujarnya.
Menurutnya, Jembrana memiliki potensi besar untuk mengembangkan peternakan kambing. Ketersediaan lahan yang luas, sumber daya yang memadai, melimpahnya pakan ternak, serta pasar yang masih terbuka menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut.
“Setiap sore kita bisa melihat banyak kendaraan pengangkut hewan ternak yang datang dari Jawa. Ini menunjukkan kebutuhan pasar di Bali masih sangat tinggi dan peluang usaha peternakan kambing masih terbuka lebar,” katanya.
Selain peluang pasar yang menjanjikan, kata Kembang, usaha ternak kambing memiliki prospek ekonomi yang baik. “Berdasarkan hasil kajian akademisi dari Universitas Udayana, beternak kambing dinilai lebih menjanjikan karena harga jualnya relatif stabil dan perawatannya tidak terlalu rumit dibandingkan jenis ternak lainnya,” terangnya.
Khusus untuk kelompok ternak di Banjar Palungan Batu, dirinya menyerahkan 44 ekor kambing yang terdiri dari 40 ekor betina dan 4 ekor jantan untuk dikelola oleh 20 anggota kelompok. “Selain di sini, sehabis ini kami akan nyerahkan bantuan serupa kepada kelompok ternak di Kecamatan Pekutatan sebagai bagian dari upaya memperluas populasi kambing di Jembrana,” ucapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Bahkan, menurutnya, usaha peternakan kambing dapat dijalankan di sela-sela aktivitas utama masyarakat karena pemeliharaannya relatif mudah.
“Kalau ditekuni secara profesional, hasilnya sangat menjanjikan. Ada warga di Kelurahan Loloan Timur yang memelihara hingga 75 ekor kambing. Bahkan ada kepala lingkungan yang tetap bisa memelihara kambing sambil menjalankan tugas melayani masyarakat. Artinya, beternak kambing bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lainnya,” ujarnya.
Melalui pengembangan peternakan kambing secara berkelanjutan, dirinya berharap sektor ini mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra peternakan kambing di Bali. (Adv/balipost)









