Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana. (Bp/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung bersiap menurunkan puluhan pengajar seni ke desa-desa melalui program “Banjar Menari”. Program ini ditargetkan berjalan penuh pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Program ini menjadi strategi nyata pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali potensi seni tradisi berbasis desa.

Sebagai langkah awal, Disbud Badung telah menjaring puluhan tenaga pengajar berlatar belakang sarjana seni. Mereka nantinya akan diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan pembinaan sekaligus menggali potensi budaya lokal di masing-masing wilayah.

“Di akhir Juni ini sudah, sudah mulai bergerak, atau awal Juli 2026 ini. Sudah mulai bergerak, turun untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat kita yang ada di masing-masing desa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana dikonfirmasi Senin (22/6).

Baca juga:  Pembangunan Restoran dan Kafe Marak di Jatiluwih, Berpotensi Dicabutnya Status WTB

Program ini akan dijalankan secara bertahap dengan fokus awal pada desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan kekuatan seni budaya yang tersebar di 60 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung.

“Tapi kami start-nya sekarang mulai dari desa dulu, karena di Badung kan ada 60 desa, kelurahan. Di sini bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi yang ada di masing-masing desa dulu terkait dengan seni dan tradisi, termasuk budaya yang ada di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Dari proses seleksi, Disbud Badung mencatat sebanyak 93 pelamar, namun hanya 62 orang yang dibutuhkan. Seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, serta kelengkapan administrasi.

“Sudah, sudah terjaring kemarin ada, kalau tidak salah itu ada 93 pelamar, tetapi yang kita butuhkan 62. Di sana kita perlu seleksi lagi terkait dengan kemampuan, kompetensi, termasuk administrasi,” ucapnya.

Baca juga:  Kunjungan Wisata ke Ulun Danu Beratan Menurun

Untuk menjaga objektivitas, proses seleksi turut melibatkan berbagai pihak seperti Listibya, Katalis, serta tim perumus pemerintah. “Nah, inilah yang akan nanti tim yang sudah diseleksi ini, ya tenaga yang sudah diseleksi ini, tim seleksinya melibatkan dari Listibiya juga. Ya termasuk juga dari Katalis dan tim perumus juga kita libatkan di dalam tim, tim seleksi untuk Banjar Menari ini,” terangnya.

Program ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan bagi lulusan seni sekaligus membangkitkan ekosistem kesenian tradisional di tingkat desa. “Nah harapan kami nanti dengan adanya program ini, potensi SDM kita yang memang berkompeten di bidang seni, apalagi dia itu basically-nya sarjana seni, kita bisa akomodir. Untuk apa? Untuk membangkitkan dan mengembangkan seni tradisi yang ada di masing-masing desa,” katanya.

Baca juga:  TMMD Ke-101, Ini Kendala Dihadapi Kodim

Sebelum diterjunkan, seluruh pengajar akan mendapatkan pembekalan teknis agar pelaksanaan program berjalan terarah dan efektif.

“Pasti, pasti ada pembekalan. Apa, apa, siapa, melakukan apa, kapan, dan di mana itu tetap kita berikan tambahan pemahaman oleh tim-tim kita di Dinas Kebudayaan,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, Disbud memastikan honorarium para pelatih telah diakomodasi dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun berjalan. “Untuk pelatih, sudah dimasukkan di dalam program kegiatan. Di program kegiatan, artinya untuk honornya itu kan sudah diakomodir di DPA Dinas Kebudayaan,” pungkasnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN