
DENPASAR, BALIPOST.com – Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra, menerima langsung aspirasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) bersama Aliansi Bali Bergerak dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Bali, Senin (22/6) sore.
Dalam dialog dengan massa aksi, Nova Sewi Putra menyampaikan apresiasi terhadap langkah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menegaskan DPRD Bali menghormati hak mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semua langkah-langkah yang sudah diberikan kepada kami melalui aspirasi pada hari ini. Saya memahami apa yang diperjuangkan adik-adik mahasiswa karena saya juga pernah menjadi mahasiswa dan ikut terlibat dalam gerakan reformasi tahun 1998,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Nova mengatakan sebagian tuntutan yang disampaikan mahasiswa berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan fiskal negara, hingga dampak kenaikan nilai tukar dolar terhadap perekonomian. Menurutnya, DPRD Bali memiliki keterbatasan kewenangan terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kalau kita bicara masalah MBG, APBN, fiskal, maupun kenaikan dolar, itu semua merupakan kebijakan yang dibuat pemerintah pusat. Kami di daerah menjalankan dan mengawasi pelaksanaannya, tetapi tetap berusaha menyuarakan aspirasi masyarakat Bali,” katanya.
Politisi Partai Demokrat asal Buleleng tersebut juga menegaskan dirinya memahami kondisi masyarakat kecil karena berasal dari keluarga petani. Ia mengaku merasakan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa, termasuk kemiskinan dan akses pendidikan.
“Saya berasal dari Busungbiu, Buleleng. Kakek saya petani, bapak saya juga petani. Saya memahami kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan. Tujuan kami di DPRD sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi berbagai tuntutan yang disampaikan Aliansi Bali Bergerak, Nova berjanji seluruh aspirasi akan diteruskan kepada pihak terkait di tingkat nasional melalui jalur kelembagaan maupun fraksi-fraksi yang ada di DPRD Bali.
Ia menyebut tuntutan mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan partai di tingkat pusat melalui masing-masing fraksi, termasuk PDI Perjuangan, Gerindra-PSI, Golkar, dan Demokrat-Nasdem. Selain itu, DPRD Bali juga akan mengirimkan aspirasi tersebut secara resmi kepada DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri.
“Hari ini tuntutan ini saya terima. Kami akan meneruskan kepada pimpinan pusat melalui seluruh fraksi yang ada di DPRD Bali. Selain itu, secara kelembagaan kami juga akan menyampaikan tuntutan ini kepada DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Nova juga mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dan damai. Ia berharap mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang konstitusional.
“Saya senang aksi ini berlangsung damai. Jangan anarkis, karena cara-cara damai akan menghasilkan sesuatu yang baik. Kami menerima tuntutan ini dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Aksi yang digelar BEM Unud bersama Aliansi Bali Bergerak tersebut mengangkat sejumlah isu nasional dan daerah, mulai dari demokrasi, tata kelola pemerintahan, kebijakan fiskal, hingga berbagai program pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Massa aksi menyerahkan dokumen tuntutan kepada DPRD Bali untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. (Ketut Winata/balipost)










