Tim Opsnal Polsek Ubud bersama Opsnal Polres Gianyar mengidentifikasi identitas jenazah pria di aliran Sungai Ayung, Banjar/Desa Kedewatan. (BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Misteri penemuan sesosok jenazah pria di aliran Sungai Ayung, Banjar/Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, pada Jumat (19/6) pagi, akhirnya terungkap. Tim Opsnal Polsek Ubud bersama Opsnal Polres Gianyar berhasil mengidentifikasi identitas korban setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam.

Korban diketahui bernama Supandi (32), seorang buruh proyek asal Dusun Prejangan II, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolres Gianyar melalui Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., Minggu (21/6) membenarkan bahwa identitas korban berhasil diungkap setelah petugas memeriksa sejumlah saksi di sebuah proyek vila yang berada persis di sebelah timur lokasi penemuan jasad korban.

Baca juga:  Polri Ungkap Kasus Penghimpunan Dana Ilegal, Kerugian Triliunan Rupiah

“Setelah penemuan jasad korban pada Jumat lalu, Tim Opsnal yang dipimpin Panit 1 Reskrim Polsek Ubud, Aipda Dewa Gede Mega Putra, langsung bergerak melakukan olah TKP susulan dan interogasi ke proyek vila terdekat  Sabtu (20/6) siang. Dari sana, identitas korban akhirnya menemui titik terang,” ujar Kompol I Wayan Putra Antara.

Berdasarkan keterangan mandor proyek, Choirul Anam, korban terakhir kali terlihat bekerja, pada Kamis (18/6) hingga pukul 17.00 WITA dengan mengenakan kaos hitam. Namun, saat jam makan malam sekitar pukul 19.00 WITA, korban sudah tidak terlihat lagi di bedeng (tempat tinggal sementara pekerja).

Baca juga:  Diancam akan Disebar Videonya, Remaja Diduga Digilir Dua Buruh di Gudang Kayu

Sementara itu, rekan kerja korban bernama Betaf Halil Akbar mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya pada Minggu (14/6), korban sempat mengutarakan niatnya untuk memancing di aliran Sungai Ayung yang berada di barat proyek.

“Saksi sempat diajak oleh korban untuk memancing di sungai tersebut sambil menunjuk ke arah barat. Namun, saksi saat itu menolak karena fokus bekerja. Diduga kuat, korban pergi ke sungai seorang diri untuk memancing setelah jam kerja selesai,” jelas Kapolsek Ubud.

Polisi juga memastikan bahwa selama satu minggu bekerja di proyek tersebut, korban dikenal berperilaku baik dan tidak pernah terlibat selisih paham atau cekcok dengan pekerja lainnya.

Baca juga:  Bupati Minta Proyek Segera Dituntaskan, Jika Tidak Ingin Didenda

Kompol Putra Antara menambahkan, pihak Kepolisian Polsek Ubud telah memediasi pertemuan antara keluarga korban dengan pihak mandor proyek di Mapolsek Ubud.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Pihak keluarga menyatakan tidak menuntut atas kematian korban Supandi. Mereka meminta agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Banyuwangi untuk dikebumikan. Pihak mandor proyek juga telah menyanggupi dan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pemulangan jenazah,” pungkas Kompol I Wayan Putra Antara.

Jenazah korban diberangkatkan dari Bali menuju kampung halamannya di Banyuwangi guna proses pemakaman oleh pihak keluarga. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN