Aktivitas di Selat Hormuz, Iran. (BP/Antara)

ISTANBUL, BALIPOST.com – Harga minyak mentah Brent naik kembali di atas 80 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel pada Jumat (19/6), setelah dibatalkannya perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan baru Israel di Lebanon.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar 80,11 dolar AS per barel pada Jumat pukul 07.00 GMT. Di sisi lain, kondisi pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan perbaikan.

Harga minyak, dikutip dari Kantor Berita Antara, terdorong naik setelah Swiss menyatakan bahwa perundingan yang direncanakan antara AS dan Iran tidak akan berlangsung sesuai jadwal.

Baca juga:  Trump Sebut Selat Hormuz akan Dibuka Sepenuhnya pada 19 Juni 2026

Kementerian Luar Negeri Swiss mengatakan bahwa diskusi yang direncanakan di Burgenstock dibatalkan setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, tidak akan berangkat ke Swiss karena rincian logistik untuk pembicaraan teknis yang diharapkan dengan Iran masih belum terselesaikan.

Pembatalan tersebut memicu kekhawatiran mengenai kelanjutan proses diplomasi setelah perjanjian damai sementara AS-Iran, yang mengakhiri konflik berkepanjangan dan menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

Baca juga:  Bryan Adams Minta Maaf Soal Komentarnya

Secara terpisah, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan bom dan artileri Israel di Kota Nabatieh dan wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya 24 orang serta melukai beberapa lainnya pada Jumat dini hari. Meski risiko geopolitik kembali meningkat, investor fokus pada tanda-tanda normalisasi arus energi melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah mencabut pembatasan lalu lintas menuju dan dari pelabuhan serta perairan pesisir Iran.

Sedangkan Pusat Informasi Maritim Gabungan menyarankan kapal-kapal yang melintasi selat tersebut untuk mengambil jalur yang lebih dekat ke garis pantai Oman guna mengurangi risiko ranjau laut.

Baca juga:  Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal, Trump akan Tingkatkan Operasi Militer di Selat Hormuz

Kapal tanker yang mengangkut minyak mentah yang sebelumnya tertahan mulai keluar dari jalur perairan tersebut pada Kamis, sementara Kuwait menyatakan akan mulai meningkatkan produksi minyaknya.

Prospek pengiriman yang membaik membatasi kenaikan harga minyak, dengan harga menghapus hampir semua kenaikan yang tercatat sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari dan tetap berada di jalur penurunan mingguan yang tajam. (kmb/balipost)

BAGIKAN