Pekerja mengerjakan proyek renovasi tembok panyengker Pura Desa dan Puseh Desa Adat Denpasar. Pemkot Denpasar mengalokasikan sekitar Rp3 miliar untuk renovasi tersebut. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selain Setra Badung, Desa Adat Denpasar juga mendapatkan bantuan renovasi panyengker untuk pura desa dan pura puseh. Renovasi panyengker pura yang berada tepat di depan Pasar Badung tersebut dianggarkan Rp3 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja saat diwawancarai, Senin (15/6), mengatakan, pengerjaan renovasi telah dimulai sejak Mei lalu. Pembangunannya menggunakan bata merah yang halus ayakan 10.

Baca juga:  Desa Adat Tegenungan Renovasi Pura Kahyangan Tiga

Menurutnya, jenis bata ini memiliki kualitasnya paling bagus khusus untuk pura. “Panyengker ini juga akan menggunakan motif bebadungan,” ungkapnya.

Cipta Sudewa menjelaskan, ada perbedaan bahan yang digunakan dalam renovasi panyengker pura dan setra. Untuk pura menggunakan bahan dengan kualitas yang lebih bagus. Hal tersebut disesuaikan dengan tingkatan tempat suci untuk dewa yadnya dan manusa yadnya.

Untuk penataan Setra Badung juga telah berlangsung dengan anggaran mencapai Rp12.961.870.425. Penataan ini mencakup perbaikan tembok panyengker setra termasuk candi bentar, pembangunan pagar keliling, hingga penataan jogging track di kawasan setra.

Baca juga:  Segini Upah Kurir Narkoba Medan-Batam-Bali

Cipta Sudewa mengatakan, pekerjaan fisik telah dimulai sejak 12 Mei 2026. Pihaknya menargetkan proyek ini rampung pada 7 Desember 2026. “Penataan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas sarana publik sekaligus menjaga estetika dan fungsi kawasan setra sebagai ruang sakral dan sosial masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penataan kawasan Setra Badung dinilai penting mengingat kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat dan keagamaan masyarakat Hindu di Denpasar, namun juga menjadi ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial maupun olahraga. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Mulai Dibongkar, Terminal Mengwi akan Dikonsep Seperti Ini
BAGIKAN