Suasana di Desa Wisata Penglipuran saat hari raya Galungan beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Pemandangan deretan penjor yang biasanya menghiasi sepanjang jalan Desa Wisata Penglipuran, dipastikan tidak ada pada Hari Raya Galungan kali ini. Ornamen sakral tersebut tidak dipasang karena warga desa adat setempat sedang menjalani masa kesebelan (cuntaka) karena adanya kematian salah satu warga.

Kelian Penglipuran I Wayan Budiarta, menjelaskan bahwa sesuai aturan adat, masa kesebelan ini berlaku bagi seluruh warga selama tiga hari dan baru selesai setelah hari raya Galungan. Selama masa cuntaka aktivitas persembahyangan bersama juga ditiadakan. “Karena penjor itu sakral, sehingga tidak dipasang,” jelasnya, Minggu (15/6).

Baca juga:  10 Sekaa Ikuti Pentas Ngelawang

Meski sedang dalam kondisi cuntaka dan tanpa penjor, Budiarta menegaskan Penglipuran tetap terbuka untuk kunjungan wisatawan. Pihaknya mengaku sudah mengumumkan hal ini lewat media sosial.

Seperti yang diketahui selama ini keberadaan deretan penjor di Penglipuran saat hari raya Galungan menjadi salah satu daya tarik wisata. Manajer Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan momen persembahyangan dan derentan penjor saat Galungan biasanya banyak dicari oleh pencinta fotografi terutama saat pagi hari. “Biasanya saat Galungan jam 6 pagi kunjungan sudah ramai,” ujarnya.

Baca juga:  Jelang Hari Raya Galungan, Harga Bahan Upacara dan Daging Babi di Badung Mulai Naik

Meski galungan kali ini tanpa penjor, pihaknya meyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. “Kami pantau di lapangan sudah mulai ada tren kenaikan kunjungan sejak dua hari lalu,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost).

 

BAGIKAN