Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, turun langsung memantau kegiatan pasar murah yang diadakan di Jalan Veteran, Jalur 11, pada moment CFD, pada Minggu (14/6).(BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – ​Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Karangasem langsung bergerak cepat untuk membantu warga.

Pada Minggu (14/6) pagi, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, turun langsung memantau kegiatan Pasar Murah yang diadakan di Jalan Veteran, Jalur 11, pada moment CFD.

Kedatangan orang nomor satu di Karangasem yang akrab disapa Gus Par ini, didampingi oleh Asisten II Setda Karangasem dan para Kepala Dinas terkait. Sejak pagi buta, lokasi acara sudah ramai dipadati oleh ratusan warga yang ingin membeli kebutuhan dapur dengan harga miring.

Baca juga:  Anggaran PKB Direalokasi Tangani COVID-19

​Bupati Gus Par menyempatkan diri mendatangi stand-stand jualan dan berbincang hangat dengan warga yang sedang mengantre. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem ini bertujuan agar harga-harga barang pokok di Karangasem tetap stabil dan tidak melonjak tinggi menjelang hari raya.

​Bupati Gus Par menjelaskan, bahwa setiap kali menjelang Galungan, harga barang di pasar biasanya mulai naik karena banyaknya permintaan. Oleh karena itu, pemerintah hadir memberikan jalan keluar bagi masyarakat.

​”Kami tahu menjelang hari raya, pengeluaran warga pasti bertambah. Melalui pasar murah ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban belanja masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur dan sarana upacara menyambut Galungan besok,” kata Bupati Gus Par di sela-sela acara.

Baca juga:  Ditinggal Sembahyang, Warung Terbakar

​Gus Par mengatakan, harga barang-barang di pasar murah ini memang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar biasa. Contohnya Minyakita, di sini warga bisa membelinya dengan harga Rp 15.500 per liter. Padahal, di pasar umum harganya sudah naik menyentuh Rp 20.000 sampai Rp 23.000 per liter.

“​Bukan hanya minyak goreng, kebutuhan pokok lainnya seperti beras, telur, hingga bumbu-bumbu dapur juga dijual dengan selisih harga yang lumayan menghemat dompet, yaitu lebih murah Rp 3.000 sampai Rp 5.000 dibanding harga pasar,” katanya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Hasil Autopsi Jenazah Mandor Proyek hingga Suhu Tertinggi di Bali

​Dia menjelaskan, agar persediaan barang aman dan lancar, Pemkab Karangasem mengajak langsung para petani dan pedagang lokal untuk berjualan. Mereka yang mengisi stand di antaranya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dinas, kelompok binaan Bulog, serta didukung oleh beberapa minimarket lokal. “Kami harap, lewat kerja sama ini, warga bisa mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang ramah di kantong,” imbuh Gus Par. (Adv/balipost)

BAGIKAN