Kawasan Pelabuhan Perikanan Pengambengan yang saat ini menjadi tempat labuh perahu slerek. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kondisi sejumlah fasilitas di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, dikeluhkan para nelayan.

Kerusakan jembatan di sekitar kolam labuh hingga pendangkalan alur pelayaran dinilai semakin menghambat aktivitas nelayan dan berpotensi membahayakan keselamatan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa, mengatakan, nelayan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan. Menurutnya, persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kini semakin dirasakan dampaknya oleh para pengguna pelabuhan.

Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah jembatan di sisi kolam labuh yang berada dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kondisi jembatan disebut sudah rapuh dan banyak bagian yang berlubang sehingga tidak lagi aman dilalui kendaraan.

Baca juga:  Perkuat Standar Keamanan Layanan, Mitra Driver Diberi Pelatihan Anti-kekerasan Seksual

Jembatan itu menurutnya, sudah sangat memprihatinkan dan mengganggu aktivitas bongkar muat kapal. Saat ini telah dipasang papan peringatan yang melarang kendaraan dengan muatan di atas tiga ton melintas di lokasi tersebut.

“Jembatan itu merupakan akses penting untuk kegiatan bongkar muat kebutuhan melaut. Pembatasan tersebut membuat mobilitas nelayan menjadi kurang optimal,” kata Widanayasa.

Selain kerusakan jembatan, nelayan juga menghadapi masalah pendangkalan kolam labuh. Sedimentasi yang terjadi di area pintu masuk pelabuhan mengakibatkan kapal lebih sulit keluar maupun masuk, terutama saat kondisi air surut.

Baca juga:  Tersangka OTT Desa Melinggih Masuki Tahapan Pemberkasan

Widanayasa mengungkapkan, berbagai keluhan tersebut telah disampaikan kepada pihak pengelola PPN Pengambengan. Dari komunikasi yang dilakukan, nelayan mendapat informasi bahwa perbaikan infrastruktur akan dilaksanakan bersamaan dengan program pengembangan pelabuhan secara menyeluruh.

Menurutnya, pihak pelabuhan juga menyampaikan bahwa proses tender proyek pengembangan telah memiliki pemenang sehingga tahapan pembangunan fisik diperkirakan segera dimulai. Kepastian jadwal pelaksanaan pembangunan disebut akan diketahui pada akhir Juni mendatang.

Pengembangan PPN Pengambengan sendiri masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun. Dalam rencana tersebut, pelabuhan akan dibangun dan dikembangkan di atas lahan seluas 36 hektare, termasuk melalui penambahan area daratan hasil reklamasi.

Baca juga:  Libur Lebaran, Objek Wisata Tirta Gangga Dipadati Pengunjung

Kawasan pelabuhan nantinya dibagi menjadi tiga zona utama, yakni area perkantoran seluas 5,2 hektare, kawasan kapal kecil dan bisnis seluas 6 hektare, serta kawasan industri perikanan yang mencapai 24,8 hektare. Setelah seluruh pembangunan rampung, kapasitas pelabuhan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1.600 kapal dari kapasitas saat ini sebanyak 1.273 kapal.

Produksi hasil tangkapan ikan juga diperkirakan naik signifikan, dari sekitar 61.300 ton menjadi 124.000 ton per tahun. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN