Evakuasi seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (4/6). (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial HP (31), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (4/6).

​Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., membenarkan insiden tersebut. Begitu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Kedisan sekitar pukul 11.00 WITA, pihaknya langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

​”Kami didampingi Kanit Reskrim Ipda I Nengah Suardika, S.H., Pawas Aiptu I Komang Eka Agusana, serta piket fungsi Polsek Tegallalang, langsung bergabung dengan tim Inafis Polres Gianyar untuk melakukan olah TKP,” ujar AKP Wiwin Wirahadi, Kamis (4/6) siang.

Baca juga:  Baru Enam Bulan Keluar Penjara, Buntilan Ditangkap Lagi

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kos, Ni Made Roji. Karena hari sudah beranjak siang, saksi berniat untuk membangunkan korban.

​Namun, saat saksi tiba di kamar, ia melihat korban dalam posisi tertidur. Ketika mencoba membangunkannya, saksi terkejut karena mendapati tubuh korban sudah dalam keadaan kaku.

​Saksi kemudian memanggil adik kandung korban serta anaknya untuk memastikan kondisi korban. Merasa ada yang tidak beres, kejadian ini pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian. ​Sekitar pukul 12.30 WITA, personil Polsek Tegallalang bersama Tim Inafis Polres Gianyar dan tim medis dari Puskesmas Tegallalang 1 tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan data.

Baca juga:  Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Pule

​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Gusti Ayu Inten Krisna Dewi dari Puskesmas Tegallalang 1, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 4 jam sebelum pemeriksaan. ​Dari pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

​”Dari hasil pemeriksaan medis dan olah TKP bersama tim inafis, korban diperkirakan meninggal dunia karena sakit. Tidak ada tanda-tanda akibat kekerasan fisik,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Ingin Perekonomian Lebih Dinikmati Rakyat Kecil

​Setelah proses olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi selesai, sekitar pukul 14.00 WITA, jenazah HP langsung dievakuasi dan diberangkatkan untuk dititipkan di Ruang jenazah RS Payangan, Gianyar. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN