
SINGASANA, BALIPOST.com – Puluhan regu pramuka tingkat SMP se-Kabupaten Tabanan akan unjuk kedisiplinan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dalam Lomba Gerak Jalan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) antargugus depan (Gudep) yang digelar pada Sabtu (6/6).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini diikuti 38 sekolah tingkat SMP.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menjelaskan lomba tidak hanya bertujuan menanamkan kedisiplinan kepada generasi muda, tetapi juga mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pemilahan sampah.
Peserta akan memulai gerak jalan dari Taman Perjuangan Singasana (TMP) menuju Gedung Mario dan berakhir di Taman Bung Karno. Sebanyak 19 regu pertama diberangkatkan secara bergiliran dengan jeda sekitar lima menit.
Sementara itu, regu selanjutnya atau nomor urut 20 hingga 38 yang menunggu giliran tampil akan mengikuti lomba resik sampah di sepanjang rute yang dilintasi. Nantinya 19 regu pertama yang sudah melakukan lomba gerak jalan dan PBB akan melakukan mereresik di kawasan finish yakni di Gedung Mario dan Taman Bung Karno. Sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah sejak dini.
“Kami ingin menanamkan nilai disiplin sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak Pramuka tidak hanya berbaris, tetapi juga diajak aktif memilah sampah dan menjaga kebersihan,” ujar Dian Setiawan.
Menurutnya, kegiatan PBB dan gerak jalan juga menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus menyiapkan calon-calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di masa mendatang. Pembentukan kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan dinilai perlu ditanamkan sejak siswa masih duduk di bangku SMP.
“Ini merupakan cikal bakal pembinaan bagi generasi muda yang nantinya memenuhi syarat menjadi Paskibraka saat SMA. Nilai disiplin dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini melalui kegiatan kepramukaan,” katanya.
Selain lomba Pramuka, Bulan Bung Karno yang berlangsung sepanjang 1–30 Juni juga diisi berbagai kegiatan kreatif dan edukatif bagi pelajar, seperti lomba memasak, karaoke, busana, stand up comedy, hingga orasi Duta Pancasila.
Khusus lomba orasi, peserta akan mengangkat berbagai isu aktual yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti bahaya narkoba, pinjaman online (pinjol), fenomena judi online, budaya literasi membaca dan menulis, hingga berbagai tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba resik sampah dengan total anggaran sekitar Rp1,5 juta untuk juara I, II, dan III sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. (Dewi Puspawati/balipost)










