
JAKARTA, BALIPOST.com – Badan pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen.
Sementara itu, Neraca Perdagangan Indonesia secara kumulatif sejak Januari hingga April 2026 mengalami surplus 5,64 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 92,15 miliar dolar AS dan impor 86,51 miliar dolar AS
Pudji mengatakan untuk April 2026, neraca dagang nasional surplus sebesar 0,09 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 25,30 miliar dolar AS dan impor 25,21 miliar dolar AS.
Menurut dia, nilai ekspor produk nasional pada April 2026 itu naik 21,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pudji mengatakan peningkatan nilai ekspor tersebut ditopang oleh sektor nonmigas, utamanya pada beberapa komoditas seperti lemak dan minyak hewan nabati dengan andil 5,9 persen dari total ekspor.
Lebih lanjut, Pudji menjelaskan dari sisi nilai impor juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 22,49 persen pada April 2026, yang utamanya didorong oleh peningkatan impor nonmigas, dengan andil sebesar 12,39 persen, serta didominasi bahan baku/penolong. (kmb/balipost)










