
JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi (2/6) bergerak melemah 54,50 poin atau 0,31 persen. Kurs menjadi Rp17.859 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.805 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak naik mengikuti penguatan bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS), yang ditopang oleh euforia kecerdasan buatan (AI).
IHSG dibuka menguat 82,62 poin atau 1,35 persen ke posisi 6.210,00. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,05 poin atau 0,83 persen ke posisi 616,22.
“Pasar global masih ditopang oleh euforia AI, meski risiko inflasi energi dari konflik AS dengan Iran belum mereda,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta dikutip dari Kantor Berita Antara.
Dari mancanegara, MSCI World, MSCI Asia ex-Japan, MSCI EM, Wall Street Big Three, dan Nikkei Jepang mencatatkan rekor penguatan baru, sementara bursa Korea Selatan melonjak sekitar 4 persen.
Di sisi lain, rally bursa saham global terjadi di tengah ekonomi AS yang semakin K-shaped, dengan personal saving rate berada di level historis rendah, sementara korporasi besar menikmati ledakan belanja kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Yardeni Research memperkirakan bank sentral AS The Fed akan beralih ke tightening bias dalam pertemuan pada FOMC 16-17 Juni 2026, serta menaikkan suku bunga 25 bps pada Juli 2026.
Yardeni menyoroti data CPI, PPI, dan PCE AS yang kembali ke level tertinggi sejak 2023, sementara Cleveland Fed memproyeksikan inflasi Mei mencapai 4,18 persen (yoy) dan Atlanta Fed GDPNow memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 3,8 persen.
“Fokus pelaku pasar kini beralih ke data ketenagakerjaan AS, khususnya Nonfarm Payrolls pada Jumat nanti, yang berpotensi menjadi katalis utama pergerakan pasar,” ujar Liza.
Dari dalam negeri, pemerintah mulai mengoperasikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor untuk mendukung kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis mulai 1 Juni 2026.
Adapun, tahap awal mencakup batu bara, CPO, dan ferro alloy yang menyumbang sekitar 66,1 miliar dolar AS atau 23,4 persen total ekspor nasional, dengan implementasi penuh ditargetkan pada 1 Januari 2027.
Demi mendukung repatriasi devisa, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan insentif PPh hingga 0 persen bagi eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri, sekaligus memberikan relaksasi penempatan maksimal 30 persen DHE di bank non-Himbara selama 3 bulan bagi eksportir yang memiliki perjanjian bilateral dengan negara mitra dagang.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat stabilisasi Rupiah melalui intervensi pasar valas, pembelian SBN, dan pembatasan pembelian valas tanpa underlying hingga 25.000 dolar AS per bulan mulai Juni 2026.
Dari sektor keuangan, LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan untuk periode Juni–September 2026 di level 3,50 persen (bank umum Rupiah), 6,00 persen (BPR), dan 2,00 perseb (Valas).
Di sisi lain, pemerintah juga menerbitkan aturan yang memungkinkan BUMN energi melakukan impor minyak, BBM, dan LPG melalui penunjukan langsung dalam kondisi tertentu guna menjaga ketahanan energi nasional.
“Di tengah bermunculan kontroversi regulasi dan kebijakan baru pemerintah, Kiwoom Research sarankan untuk tidak membuka posisi Buy terlalu agresif (tetap mini lot), dan hanya dalam mode trading cepat. Perhatikan rotasi sektor yang diuntungkan dari katalis/sentimen pasar,” ujar Liza.
Pada perdagangan Senin (01/05) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,23 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,68 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,40 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,45 persen.
Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat pada Senin (01/05), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,09 persen, indeks S&P 500 menguat 0,26 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,60 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.054,33 poin atau 1,58 persen ke 65.880,00, indeks Shanghai melemah 5,43 poin atau 0,13 persen ke 4.052,31, indeks Hang Seng menguat 348,82 poin atau 1,37 persen ke 25.747,00, dan indeks Strait Times menguat 30,92 poin atau 0,61 persen ke 5.068,78. (kmb/balipost)










