
MANGUPURA, BALIPOST.com – Maraknya aksi kriminalitas di kawasan pariwisata mulai mengusik rasa aman wisatawan dan mencoreng citra Bali sebagai destinasi dunia. Mirisnya, maraknya aksi kriminalitas justru kerap terjadi di kawasan pariwisata telah membawa dampak negatif terhadap sektor pariwisata Bali.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung untuk segera mengambil langkah strategis demi menjaga citra Pulau Dewata tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, tak menampik berbagai aksi kriminal yang belakangan viral di media sosial mulai mengganggu citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang selama ini dikenal aman.
“Tidak hanya manusia Silver itu, tapi juga yang lain yang juga harus kita tertibkan, karena memang daerah pariwisata ini kan memang hal-hal seperti itu mestinya sudah enggak ada lagi gitu. Makanya dengan beberapa kejadian-kejadian ini kita coba melakukan evaluasi secara komprehensif apa yang harus kita lakukan, dan salah satunya adalah ya tadi,” ungkap Adi Arnawa di sela penyerahan bansos di Kuta, Kamis (28/5) lalu.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Badung kini mendorong penguatan kembali peran pecalang dan sistem keamanan swakarsa di desa adat. Adi Arnawa menegaskan bahwa desa adat harus memaksimalkan fungsi pecalang, khususnya Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat), untuk aktif melakukan patroli rutin. “Saya melihat memang sekarang dan sekaligus saya menghimbau kepada desa-desa adat mulai kita memaksimalkan kembali peran pecalang-pecalang, utamanya badan keamanan desa adat. Kita dorong untuk tetap melakukan patroli-patroli,” katanya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan aksi jambret terjadi secara terang-terangan di jalan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak citra Bali. “Saya terus terang agak prihatin juga melihat dari beberapa media sosial, di depan mata itu ada jambret yang kesannya sekarang Pulau Dewata sudah bukan Bali lagi,” ujarnya.
Bupati menegaskan, keamanan merupakan faktor utama yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke Bali. Oleh karena itu, segala bentuk gangguan keamanan harus segera ditangani secara serius dan terintegrasi. “Ini tidak boleh terjadi terus-terusan di Bali karena juga akan merusak citra atau image Bali sebagai daerah pariwisata, yang mana selama ini wisatawan datang ke Bali itu sangat aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain aksi jambret, keberadaan manusia silver yang sempat terlibat tindakan kriminal juga menjadi perhatian. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban bersama aparat keamanan lainnya. “Saya langsung sudah kontak Satpol PP dan saya kira sudah ambil langkah-langkah juga, termasuk kita koordinasi dengan aparat keamanan,” sebutnya.
Dengan langkah penguatan keamanan berbasis desa adat dan dukungan aparat, Adi Arnawa berharap situasi kondusif di kawasan pariwisata dapat segera pulih dan kepercayaan wisatawan kembali meningkat. “Sekarang kita mendorong bagaimana pengamanan-pengamanan swakarsa itu yang ada di desa adat lagi didorong, termasuk tetap kita melakukan koordinasi dengan pihak keamanan,” ucapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, juga menegaskan dukungannya terhadap penguatan pengamanan terpadu di kawasan pariwisata Badung. Langkah ini dinilai penting menyusul meningkatnya kasus kriminalitas yang sempat meresahkan masyarakat dan wisatawan.
Menurutnya, sektor keamanan merupakan elemen krusial dalam menjaga citra pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan. Selain itu, keamanan juga menjadi faktor utama dalam memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. “Ini sangat jelas yang kita butuhkan karena merupakan akses dari pariwisata. Kami berharap ini disambut baik oleh Pak Bupati untuk kemudian dibuatkan formulasinya,” ujarnya. (Parwata/balipost)
foto/eka










