
DENPASAR, BALIPOST.com – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto pimpin upacara serah terima erima jabatan (sertijab) dan tradisi laporan korps sejumlah pejabat utama, Selasa (26/5). Dalam kegiatan tersebut, Mayjen Piek Budyakto menekankan tantangan tugas ke depan menuntut sosok pemimpin yang adaptif, inovatif, profesional, dan mampu membangun soliditas satuan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan di lingkungan Kodam IX/Udayana, khususnya pada satuan strategis yang meliputi Batalyon Infanteri, Zeni, Armed, Arhanud, hingga Detasemen Intelijen. Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka pembinaan personel dan peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pejabat yang mendapat penugasan baru, yakni Letkol Inf Ari Murwanto, dari Danyonif 900/SBW menjadi Dandodiklatpur Rindam IX/Udayana, Letkol Czi Zaenal Abidin, S.I.P., M.I.P., dari Danyonzipur 18/YKR menjadi Dandim 0909/Kutai Timur Korem 091/ASN, Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., dari Danyonarmed 20/BY menjadi Dandim 1618/TTU Korem 161/WS, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P., dari Danyonarhanud 9/AWJ menjadi Dandim 1605/Belu Korem 161/WS dan Letkol Inf Dili Murtiawan, S.H., dari Dandeninteldam IX/Udayana menjadi Kabagbinapintel Sdirbinfungintel Pusintelad.
Sedangkan pejabat baru yang dilantik dalam kegiatan tersebut, yaitu Letkol Inf Anak Agung Ngurah Hadipta sebagai Danyonif 900/Satya Bhakti Wirottama, Letkol Czi Alex Yudianto, S.H., M.M., M.Tr.Mil. sebagai Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka, Letkol Arm Agus Surya Sulendra, S.E. sebagai Danyonarmed 20/Bhadika Yudha, Letkol Arh Rahmad Situmorang, S.E., sebagai Danyonarhanud 9/Angkasa Widya Jayanta dan Letkol Arm Timotius Efrata Munthe sebagai Dandeninteldam IX/Udayana.
Dalam amanatnya, Pangdam Piek Budyakto rotasi jabatan bukan sekadar bagian dari mekanisme organisasi, namun juga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan semangat baru, inovasi, dan peningkatan kualitas kepemimpinan di satuan. Pangdam menegaskan bahwa tantangan tugas ke depan menuntut sosok pemimpin yang adaptif, inovatif, profesional, dan mampu membangun soliditas satuan.
“Kepemimpinan di era modern harus adaptif terhadap perkembangan situasi. Saya berharap para pejabat baru mampu menghadirkan inovasi dan terobosan positif, namun tetap tegas dalam pelaksanaan tugas serta bijak dalam membina prajurit. Jadilah pemimpin yang hadir di tengah anggota dan dicintai rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini menekankan seorang komandan harus mampu menjadi teladan sekaligus pembina yang memberikan motivasi dan kebijaksanaan kepada anggotanya, sehingga tercipta moril prajurit yang tinggi, soliditas satuan yang kuat, serta semangat pengabdian yang optimal.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk terus mendukung program-program pemerintah sesuai tugas dan fungsi masing-masing, yang tentunya membutuhkan kemampuan kepemimpinan, keterampilan manajerial, dan kesiapan menghadapi dinamika situasi yang berkembang. (Kerta Negara/balipost)










