Pedagang menaikkan kambing kurban pilihan pembeli ke mobil pengangkut di Dusun Wanasari, Denpasar, Selasa (26/5). Aktivitas pengiriman kambing kurban ke sejumlah tempat ramai terlihat menjelang Hari Raya Idul Adha. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selain pengawasan ke penjual hewan yang telah berlangsung sebelumnya, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar juga melakukan pemeriksaan langsung ke masjid-masjid. Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan hewan, termasuk daging kurban pada perayaan Iduladha 2026. Ada 230 personel yang dikerahkan dalam pemeriksaan ini menyasar 135 masjid dan mushola.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, Selasa (26/5) mengatakan, pemeriksaan hewan kurban atau ante mortem akan dilakukan pada H-1 atau Selasa sore. Ada sekitar 230 personel yang dikerahkan yang terdiri dari tenaga Dinas Pertanian Kota Denpasar, Fakultas Kodokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana dan PDHI Bali.

Baca juga:  Pria Ditemukan Membusuk di Sumur Pura Disebut ODGJ, Kesehariannya Sering Ngamuk dan Buat Onar

Pemeriksaan ante mortem ini akan menyasar 135 masjid ataupun mushola yang tersebar di 4 kecamatan di Kota Denpasar. “Pemeriksaan ante mortem ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan hewan kurban sebelum dilakukan pemotongan besok,” katanya.

Cara menilai hewan kurban sehat atau tidaknya kata Suparmi bisa dilihat dari keaktifan kambing, tidak lesu, matanya tidak ada leleran dan hidung tidak kering. “Kalau hidungnya kering, itu patut kita curigai biasanya itu dalam kondisi demam atau mengalami gangguan kesehatan, jadi itu perlu diperiksa lebih lanjut dan diobati,” paparnya.

Baca juga:  Penetapan Idul Adha Serentak Diharapkan Seperti Idul Fitri

Selain itu, juga dilihat di bagian mulut, tidak ada luka melepuh di gusi dan selaput mulutnya, serta memiliki nafsu makan yang baik. Kemudian pada hari H Idul Adha pemeriksaan terhadap daging kurban kata Suparmi juga dilakukan atau dikenal dengan post mortem. Jumlah personel yang diturunkan juga sama sebanyak 230 personel. “Demikian masjid atau mushola yang disasar juga sama sebanyak 135 masjid ataupun mushola,” katanya.

Baca juga:  Perl Serangan Disambut Positif, Kenapa Belum Implementasi?

Sementara itu daging kurban yang diperiksa adalah dilihat dari warna, bau dan pendarahan atau memar. Dikatakannya daging yang normal akan berwarna merah dan berserat. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN