Ilustrasi. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa wilayah seperti Tabanan, Payangan (Gianyar) hingga baru-baru ini di Canggu (Badung) ada kejadian babi mati secara massal. Kematian ini diduga adanya virus African Swine Fever (ASF) yang kembali mengancam.

Meski demikian, di Denpasar sendiri belum ada laporan terkait kematian babi secara masal ini.

Kepala Bisang Peternakan dan Kesehatan Hewan Terkait Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, Sabtu (23/5) mengatakan, saat ini belum ada laporan kasus kematian masal babi di Denpasar. “Sampai saat ini belum ada laporan. Astungkara tidak ada,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster Minta FSBJ Punya Identitas Modern

Untuk antisipasi, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada para peternak. Sosialisasi ditekankan agar peternak menjaga kebersihan kandang dan rutin melakukan penyemprotan desinfektan.

Peternak juga diminta agar tidak sembarangan masuk ke kandang babi. “Apalagi saat baru datang dari luar, wajib membersihkan diri sebelum masuk kandang,” katanya.

ASF ini pernah menyerang ternak pada 2019 hingga 2020 lalu. Kemudian sempat lagi muncul pada 2024.

Baca juga:  Dari Puluhan Warga Banjar Ini Terkonfirmasi COVID-19 hingga MDA Laporkan AWK ke BK DPD RI

Ciri paling nampak dari virus tersebut yakni babi yang mati mendadak. ASF ini pun sempat membuat anjloknya harga babi serta menurunkan jumlah populasi babi di Bali kala itu. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN