
DENPASAR, BALIPOST.com – Pergantian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat sinergi percepatan transformasi ekonomi daerah. Di tengah tantangan global dan ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata, penguatan ekonomi hijau, digital, dan berbasis budaya lokal menjadi perhatian utama.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (22/5).
Jabatan Kepala Perwakilan BI Bali resmi berganti dari R. Erwin Soeriadimadja kepada Achris Sarwani yang sebelumnya bertugas di Jawa Barat. Pergantian tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan kerja sama antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan Bali membutuhkan dukungan kuat dari Bank Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi menuju ekonomi yang hijau, digital, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, situasi global saat ini menuntut kebijakan yang adaptif dan sinergis. Gejolak geopolitik dunia, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga ketidakpastian ekonomi global dinilai memberi dampak terhadap daerah, termasuk Bali yang masih bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM.
“Amanah ini tentu bukan tugas yang ringan. Namun saya yakin dengan pengalaman, integritas, dan kapasitas yang dimiliki, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru akan mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Koster.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, BI, OJK, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Bali sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.
Koster juga mengungkapkan kondisi ekonomi Bali saat ini menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan meningkat, konsumsi masyarakat tumbuh, investasi mulai bergerak, serta UMKM semakin adaptif terhadap digitalisasi.
Selain itu, ia mengapresiasi dukungan BI Bali dalam penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan QRIS, pengendalian inflasi, hingga pengembangan investasi daerah.
Menurutnya, transformasi ekonomi Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, namun juga harus menjaga budaya dan keberlanjutan lingkungan.
“Bali harus tumbuh menjadi daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pihaknya siap mendukung penguatan ekonomi Bali berbasis budaya, lingkungan, dan kearifan lokal.
Ia berharap pergantian pimpinan BI Bali mampu memperkuat kolaborasi yang selama ini telah berjalan baik dengan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam mendorong ekonomi hijau sebagai arah baru pembangunan ekonomi Pulau Dewata. (Ketut Winata/balipost)










