Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026). Bank Indonesia (BI) segera membatasi pembelian mata uang dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying) maksimal 25.000 dolar AS per orang per bulan yang akan berlaku pada Juni 2026 guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 13 poin atau 0,08 persen jadi Rp17.667 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.654 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini dipicu rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) bulan April 2026 menunjukkan mayoritas pejabat Federal Reserve (The Fed) memperingatkan potensi menaikkan suku bunga.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, pada rapat April, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tetap stabil dalam kisaran 3,5-3,75 persen.

Baca juga:  Angkat Pariwisata, Kemenpar Dukung Seminar Nasional PPSPK II di Ternate

“Mayoritas pejabat Federal Reserve (Fed) memperingatkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus berada di atas target 2 persen mereka,” katanya, Kamis (21/5).

Risalah tersebut menyoroti kekhawatiran yang semakin dalam di antara para pejabat Fed tentang tekanan inflasi yang disebabkan oleh perang AS terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan perang Iran berada di tahap akhir, tetapi juga memperingatkan bahwa ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan akan memicu lebih banyak aksi militer AS terhadap Iran, sehingga membatasi optimisme pasar secara luas.

Baca juga:  BRI Sukses Bina Rumah BUMN Yogyakarta, Beranggotakan 46.700 Pelaku UMKM

Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, lanjut Ibrahim, sehingga harga minyak relatif tetap tinggi meskipun terjadi penurunan tajam awal pekan ini.

Iran sendiri memperingatkan apabila AS melakukan serangan lebih lanjut dan mengumumkan langkah-langkah untuk memperkuat kendalinya atas jalur air penting Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut pengiriman minyak dan gas alam cair setara dengan sekitar 20 persen konsumsi global, tetapi sebagian besar telah ditutup.

Baca juga:  Pencekalan Rektor Unud Sedang Disiapkan, Kejati Juga Bidik TPPU

“Pada hari Rabu (20/5), Iran mengumumkan ‘Otoritas Selat Teluk Persia’ yang baru, dengan mengatakan akan ada ‘zona maritim terkontrol’ di Selat Hormuz,” ungkap dia.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat ke level Rp17.673 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.685 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN