
SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, aktivitas pengiriman sapi di Kabupaten Tabanan meningkat tajam. Dampaknya, permintaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) ikut melonjak hingga menembus sekitar 10 ribu permohonan dalam kurun empat bulan terakhir.
Lonjakan permohonan SKKH tersebut tercatat sejak Februari hingga Mei 2026. Angka itu jauh di atas kondisi normal yang biasanya hanya mencapai ratusan permohonan dalam dua bulan.
Kabid Ternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Gede Eka Parta Ariana, mengatakan peningkatan mulai terlihat sejak Februari dan terus mengalami kenaikan signifikan memasuki Maret hingga Mei. “Sejak Februari sudah ada peningkatan. Ada sampai 10 ribu sejak Februari,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurutnya, tingginya permintaan SKKH dipicu meningkatnya pengiriman sapi Bali ke luar daerah menjelang Idul Adha. Tabanan sendiri menjadi salah satu titik transit utama pengiriman ternak di Bali.
Saat ini terdapat enam titik transit ternak yang tersebar di Kecamatan Baturiti dan Kediri. Dari lokasi tersebut, sapi dikirim ke luar Bali setelah terlebih dahulu mengantongi SKKH sebagai persyaratan wajib pengiriman ternak.
Parta Ariana menjelaskan, banyak pengusaha ternak memilih transit di Tabanan sehingga pengurusan administrasi kesehatan hewan dilakukan di daerah tersebut, meskipun ternak tidak seluruhnya berasal dari Tabanan.
“Banyak pengusaha transit di Tabanan, sehingga pengurusan SKKH dilakukan di sini walaupun ternaknya tidak semua berasal dari Tabanan,” jelasnya.
Selain itu, pengiriman sapi keluar Bali juga dibatasi kuota oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tahun ini kuota pengiriman diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu ekor sapi. Jika kuota terpenuhi, pengiriman sementara akan dihentikan. “Biasanya pengiriman dimaksimalkan saat Idul Adha,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Pertanian Tabanan juga mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Sebanyak 18 dokter hewan disiagakan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di sekitar 25 titik pemotongan hewan kurban di Tabanan.
Pengawasan tersebut turut melibatkan organisasi profesi guna memastikan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. “Biasanya lokasi pemotongan akan bertambah mendekati H-2 Idul Adha. Kami terus melakukan pemantauan,” pungkas Parta Ariana.(Puspawati/balipost)










