
SINGASANA, BALIPOST.com – Adanya keluhan masyarakat terkait bau sampah di lingkungan RSUD Tabanan langsung ditindaklanjuti Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dengan turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit tersebut, Jumat (15/5).
Dalam sidak itu, Wabup Dirga menyoroti sistem pengangkutan sampah agar tidak terlalu lama menumpuk di lokasi pemilahan.
Saat melakukan pengecekan, Dirga menemukan sistem pemilahan sampah sebenarnya sudah berjalan, mulai dari pemisahan sampah organik dan anorganik. Namun menurutnya, volume sampah rumah sakit yang cukup besar membuat proses pengangkutan harus dilakukan lebih cepat supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap. Karena itu, ia meminta sampah yang sudah dikemas segera dibawa ke tempat pengolahan maupun pembuangan akhir.
“Kalau bisa jangan terlalu lama dipilah di tempat. Sampah yang sudah dibungkus langsung diangkut,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (17/5).
Dalam sidak bersama Sekda Tabanan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Sampah I Gede Susila, Dirga juga meminta pengawasan internal diperketat.
Ia mengusulkan penggunaan pengeras suara untuk mengingatkan petugas dan pengunjung secara berkala terkait disiplin membuang sampah sesuai jenisnya.
Selain itu, petugas kebersihan diminta lebih aktif memantau titik-titik rawan penumpukan sampah. Petugas keamanan juga diminta ikut melakukan pengawasan agar tidak ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di area rumah sakit. Tak hanya menyoroti sampah, Dirga juga menemukan masih adanya sisa ranting pohon kering yang belum dibersihkan. Menurutnya, hal-hal kecil seperti itu harus tetap diperhatikan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit.
Sementara itu, Direktur RSUD Tabanan dr. Gede Sudiarta saat dikonfirmasi Minggu (17/5) menegaskan pengelolaan sampah rumah sakit sudah dilakukan sesuai prosedur.
Ia menyebut keluhan bau bukan berasal dari sampah medis rumah sakit, melainkan sampah warga luar yang ikut dibuang di sekitar titik kumpul sampah RSUD. Pihak rumah sakit kini telah menutup akses pagar sebelah utara serta memindahkan titik kumpul sampah ke sisi selatan agar tidak lagi dimanfaatkan warga untuk membuang sampah sembarangan.(Puspawati/balipost)










