
DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kota Denpasar mencatat ada 30 ribu lebih UMKM di Denpasar. Jumlah tersebut berfluktuasi setiap tahunnya, seiring adanya UMKM yang baru tumbuh dan sudah tutup.
Kepala Diskop dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung saat diwawancarai, Sabtu (16/5), mengatakan, data tersebut merupakan data terakhir yang diterima saat pandemi Covid-19 dan UMKM yang tercatat menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Dari 30 ribu UMKM tersebut, didominasi sektor kuliner atau makanan. “Kalau UMKM Denpasar yang paling mendominasi itu food atau makanan,” katanya.
Selain makanan, UMKM lain yang jumlahnya cukup banyak bergerak di bidang fashion dan kopi. Dalam upaya mendorong pengembangan usaha pada UMKM, pihaknya melakukan berbagai langkah pembinaan.
Pembinaan berupa workshop dan diklat seperti diklat pemasaran, kesehatan dan higienitas produk untuk bidang makanan. Selain itu, ada workshop atau diklat membuat kemasan menarik dan memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran. “Mereka ini kan semua sudah punya produk, kami memberikan workshop bagaimana agar kemasannya menarik dan lainnya,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, ia berharap UMKM tak hanya menjangkau pasar lokal, namun juga naik ke tingkat ekspor. Disamping itu, pihaknya juga menjembatani pemasaran produk UMKM secara langsung dengan mengajak ikut pameran. Seperti halnya serangkaian DTIK Festival yang berlangsung setiap tahunnya. (Widiastuti/balipost)










