Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (BP/Antara)

ISTANBUL, BALIPOST.com – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global, menurut keterangan Gedung Putih pada Kamis usai pertemuan puncak AS-China di Beijing.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, kedua negara tampaknya lebih banyak membahas perang Iran dan situasi Selat Hormuz tanpa menyinggung isu Taiwan.

Gedung Putih menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.

Baca juga:  Dewan Ingatkan Gugus Tugas Hati-hati Gunakan Anggaran Penanganan COVID-19

Xi juga menyatakan minat China untuk membeli lebih banyak minyak Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz di masa depan.

Kedua negara juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi juga membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China dan peningkatan investasi China di sektor industri AS.

Baca juga:  Gandeng Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, BRI Taipei Berikan Layanan Penyetoran PNBP

Trump dan Xi juga menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke AS serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China Xinhua News Agency melaporkan Xi mengingatkan bahwa hubungan kedua negara dapat memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik.

Xi juga menegaskan hubungan ekonomi China dan AS bersifat saling menguntungkan dan dapat menghasilkan manfaat bagi kedua pihak.

Baca juga:  26 RUU Kabupaten/Kota Disetujui Dibahas ke Tingkat Lanjut

Menurut Xinhua, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai panduan hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN