
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung memberikan perhatian serius terhadap pengembangan infrastruktur kesehatan di wilayah Badung Utara. Fokus utama kini tertuju pada kesiapan operasional penuh RSUD Giri Asih yang berlokasi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, serta RSUD Suwiti di Kecamatan Petang.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, Putu Parwata menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan urusan wajib atau mandatory yang tidak boleh ditunda-tunda oleh pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang mumpuni adalah amanat undang-undang yang harus segera dieksekusi secara nyata oleh Pemerintah Kabupaten Badung.
Terkait RSUD Giri Asih di Abiansemal, Putu Parwata memberikan apresiasi atas langkah pemerintah yang telah membuka rumah sakit tersebut. Namun, ia menekankan bahwa peresmian saja tidak cukup. Perlu ada percepatan signifikan dalam hal penyediaan sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan fasilitas medis agar pelayanan kepada masyarakat bisa optimal.
“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah sudah membuka Giri Asih yang di Abiansemal. Namun, di sana harus dilakukan percepatan SDM dan percepatan fasilitas. Tujuannya satu, supaya bisa segera melayani masyarakat dengan maksimal,” ujar Parwata saat dihubungi, Kamis (14/5).
Lebih lanjut, Parwata mengingatkan bupati dan jajaran eksekutif agar bergerak lebih kencang dalam mengelola tiga rumah sakit milik Pemkab Badung, yakni RSUD Mangusada (Kapal), RSUD Giri Asih, dan RSUD Suwiti. Ia menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam manajemen dan pelayanan agar rumah sakit pelat merah tidak tertinggal oleh rumah sakit swasta.
Ia mengkhawatirkan jika pemerintah lambat dalam berbenah, peluang untuk melayani masyarakat akan diambil alih oleh sektor swasta karena tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan. “Jangan kalah cepat. Pemerintah kami dorong untuk melakukan inovasi-inovasi yang kuat. Infrastruktur, manajemen, dan alat kesehatan harus segera diperbaiki dan disiapkan. Ini kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dihindari,” tegas politisi asal Dalung tersebut.
Kehadiran RSUD Giri Asih diharapkan Parwata menjadi solusi bagi masyarakat di Kecamatan Abiansemal dan sekitarnya agar tidak perlu menempuh jarak jauh ke RSUD Mangusada di Kelurahan Kapal. Dengan operasional yang kencang dan manajemen yang sehat, RSUD Giri Asih diproyeksikan menjadi pilar utama pelayanan kesehatan di wilayah tengah Badung.
“Kami akan terus mengawal anggaran dan kebijakan agar RSUD Giri Asih dan RSUD Suwiti segera mencapai status operasional penuh, sehingga standar pelayanan kesehatan di Badung dapat merata dari ujung selatan hingga pelosok utara,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur RSUD Giri Asih dr. Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati menjelaskan, dengan keluarnya izin operasional, pihaknya sangat bersemangat dan siap melayani pasien. Hal ini sangat ditunjang dari kesiapan SDM, alat-alat kesehatan termasuk anggaran.
Dijelaskan pula, rencana RSUD tipe C ini setelah izin operasional keluar yaitu membuka layanan selama tiga bulan untuk mendapatkan data rawat inap, IGD, dan operasi untuk pengajuan akreditasi. Setelah itu baru bekerja sama dengan BPJS sehingga bisa melayani masyarakat Badung. Untuk itu, pihaknya mengharapkan dukungan dari masyarakat, sehingga nanti dapat melayani secara penuh dengan pelayanan yang berkualitas. (Parwata/balipost)










