
DENPASAR, BALIPOST.com – RSUD Wangaya yang kini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) telah melakukan operasional secara mandiri. Dengan itu, sebagian besar kebutuhan operasional mulai dari panganggaran, pembiayaan, gaji pegawai hingga pemenuhan kebutuhan obat-obatan dilakukan secara mandiri tanpa banyak subsidi pemerintah daerah.
Direktur Utama RSUD Wangaya, AA Gde Widiasa, Kamis (12/3) mengatakan, seluruh kebutuhan rumah sakit sudah direncanakan secara matang sejak awal tahun. Perencanaan tersebut mencakup pengadaan obat-obatan, kebutuhan rumah tangga rumah sakit, hingga pembiayaan tenaga kerja.
Menurutnya, status BLUD memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam mengelola keuangan dan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan sistem BLUD, semua kebutuhan operasional sudah kami rencanakan dalam satu tahun anggaran. Mulai dari obat-obatan, kebutuhan operasional rumah sakit, hingga gaji pegawai sudah dipersiapkan dari awal,” ujar Widiasa.
Gung Widiasa menerangkan, untuk memastikan pelayanan kepada pasien berjalan optimal, perencanaan kebutuhan obat dan pelayanan kesehatan dilakukan berdasarkan data kunjungan pasien pada tahun sebelumnya. Dengan cara tersebut, pihak rumah sakit dapat memperkirakan kebutuhan pelayanan pada tahun berjalan.
“Perencanaan kebutuhan obat dan pelayanan kami lakukan sejak awal tahun dengan melihat data kunjungan pasien pada tahun sebelumnya. Dengan begitu kami bisa memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal,” katanya.
Dia menjelaskan, sebagian besar pembiayaan operasional rumah sakit berasal dari pendapatan layanan RSUD Wangaya. Dengan demikian, rumah sakit tidak sepenuhnya bergantung pada subsidi pemerintah daerah untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Meski demikian, diakuinya pemerintah tetap memberikan dukungan untuk beberapa kebutuhan tertentu, terutama yang berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu, RSUD Wangaya juga tetap menjalankan fungsi sebagai rumah sakit rujukan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Rumah sakit ini menerima pasien rujukan melalui sistem rujukan berjenjang yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan. (Widiastuti/balipost)










