
MANGUPURA, BALIPOST.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menghadiri Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 1.000 UMKM ekonomi kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan se-Provinsi Bali yang digelar di Universitas Udayana, Rabu (13/5).
Muhaimin menyebut kegiatan tersebut sebagai acara yang membanggakan dan penuh rasa syukur karena terlaksananya akad KUR bagi 1.000 UMKM.
“Ini bukti bahwa Menteri UMKM dan Menteri Ekraf terus hadir berusaha melayani agar melalui BRI dan bank-bank lainnya terus memberikan akses permodalan keuangan kepada para UMKM,” katanya.
Ia mengatakan di tengah berbagai tantangan ekonomi global, UMKM diharapkan tetap menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus solusi penguatan ekonomi nasional.
Karena itu, Muhaimin mengajak seluruh kementerian, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung UMKM. Menurutnya, keberhasilan Bali dapat diduplikasi ke berbagai daerah lain di Indonesia.
“Kolaborasi total agar lembaga keuangan perbankan terus memberikan pelayanan yang memadai dan menggunakan data dan fakta bahwa UMKM kita memang butuh untuk bekerja, bukan untuk disalahgunakan, sehingga kita bisa melihat produknya dan menyaksikan pasarnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas produk barang dan jasa kreatif agar mutu tetap terjaga sehingga pasar dapat terus berkembang dengan baik.
Selain itu, Muhaimin mengatakan kolaborasi dan sinergi menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto agar sektor ekonomi kreatif dan UMKM tidak hanya difasilitasi, tetapi juga tumbuh dengan dukungan riset.
“Makanya di Udayana, semua riset diharapkan memberikan akses dan dibuka untuk UMKM kita menelusuri langkah sukses,” katanya.
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan pemerintah tengah membangun sistem pelayanan satu pintu untuk UMKM di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden.
Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar seluruh pelaku UMKM dapat memperoleh akses layanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan, pembukuan keuangan, hingga pengembangan usaha dalam satu platform.
“Untuk membuat suatu sistem di mana seluruh UMKM masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pelayanan pemasaran, pelatihan, pembukuan keuangan, dan lain sebagainya,” ujar Maman.
Ia mengatakan sistem tersebut saat ini baru dapat digunakan pada perangkat Android. Pemerintah juga sedang melakukan komunikasi dengan iOS untuk integrasi sistem agar dapat diakses melalui perangkat Apple.
“Prinsipnya saya ingin sampaikan bahwa sistem ini diarahkan dan didorong oleh pemerintah di era kepemimpinan Pak Presiden untuk memberikan pelayanan kemudahan kepada seluruh usaha mikro kecil,” katanya. (Suardika/balipost)










