Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Keluarga besar SMAN 1 Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem patut berbangga. Hal itu menyusul lolosnya satu siswi yakni Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani mengikuti proses seleksi nasional sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026.

Gita Arsani, demikian siswi asal Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar biasa disapa merupakan satu-satunya siswi perwakilan dari Kabupaten Karangasem yang mampu lolos untuk seleksi tersebut.

Gita Arsani saat diwawancara di sekolahnya di SMAN 1 Kubu, Selasa (12/5) mengaku tidak menyangka bisa sampai lolos ke seleksi tingkat nasional ini.

Sebelum mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat Provinsi Bali, dirinya bersama dengan rekan-rekannya dari sekolah lebih dulu mengikuti tahap seleksi di tingkat kabupaten. Dari seleksi yang diikuti di kabupaten, akhirnya ia terpilih atau lolos mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat provinsi.

“Dari sekolah ada 26 orang yang mengikuti proses seleksi Paskibraka di tingkat Kabupaten pada bulan Februari lalu. Dari jumlah itu, saya saja yang lolos ke nasional. Sementara yang lolos seleksi ke provinsi sebanyak 10 orang siswa putra dan putri dadi sekolah lainnya di Karangasem,” ujar Gita Arsani.

Baca juga:  Ratusan Pelajar di Karangasem Putus Sekolah

Menurutnya, tahap seleksi Paskibraka di tingkat nasional akan berlangsung pada awal Juni. Untuk mengikuti seleksi tingkat nasional nanti, ia tengah fokus untuk menjaga fisik dan belajar untuk mematangkan dirinya sebelum mengikuti seleksi agar bisa tampil maksimal.

“Persaingan agar bisa lolos memang sangat ketat, tapi saya berharap bisa lolos seleksi sehingga bisa menjadi peserta Paskibraka nasional,” ujar siswa kelas X kelahiran 21 september 2009 tersebut.

Apabila nantinya mampu lolos seleksi nasional, ia berharap bisa menjadi pembawa baki saat pengibaran bendera.

Gita Arsani mengatakan, untuk proses tahap seleksi di tingkat Provinsi Bali dilaksanakan pada 4-8 Mei 2026 lalu. Tahap seleksi di provinsi dinilai lumayan berat.

Baca juga:  Siswi dari Denpasar Ini Terpilih Wakili Bali di Paskibraka Nasional

Pasalnya ia harus bersaing dengan puluhan siswa yang lainnya dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

“Di provinsi bersaing dengan 90 peserta. Persaingan berat, karena melawan peserta dari kota. Meski begitu, astungkara akhirnya bisa lolos seleksi ke tingkat nasional bersama dengan lima peserta yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, siswa yang lolos seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Karangasem, yakni atas nama I Gede Krisna Gastia Sany mengakui, kalau dirinya senang bisa lolos seleksi di tingkat kabupaten. “Bisa lolos seleksi tingkat Kabupaten Karangasem saja sudah bersyukur,” katanya.

Di bagian lain, Kasek SMAN 1 Kubu, I Ketut Suba mengaku bangga salah satu anak didiknya bisa lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional. Terlebih lagi, ini baru kali pertama ada siswanya yang mampu lolos seleksi tingkat nasional. Karena sebelumnya hanya bisa lolos seleksi sampai di tingkat Provinsi Bali.

“Biasanya sekolah pinggiran kalah bersaing dengan kota, tapi dengan bisanya bersaing dengan sekolah di kota, dan mampu lolos seleksi sampai ke tingkat nasional, ini merupakan sebuah kebanggaan yang sangat luar biasa. Pada intinya, pihak sekolah sangat mensupport, dengan harapan agar nanti bisa lolos seleksi di tingkat nasional, sehingga bisa menjadi peserta Paskibraka nasional,” harap Suba.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Apresiasi, Putra Putri Karangasem Borong Wakili Bali ke Paskibraka Nasional

Untuk dapat diketahui, calon Paskibraka nasional putra yang lolos mengikuti seleksi tingkat nasional yakni,  I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung  Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana dari SMAN 3 Denpasar, Kadek Pandu Ari Capriano dari SMAN 1 Melaya, Kabupaten Jembrana. Sementara untuk calon Paskibraka nasional putri, yakni, Vadeline Angelia dari JB School Kabupaten Badung, Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita dari SMK Triatmajaya Kabupaten Tabanan, dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMAN 1 Kubu Kabupaten Karangasem. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN