Peternak sapi Gianyar diminta ikut berperan dalam pemenuhan kebutuhan hewan kurban dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh Rabu (27/5) denyut harapan mulai terasa di kalangan peternak sapi di Kabupaten Gianyar. Momentum tahunan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemenuhan kebutuhan hewan kurban, tetapi juga menjadi titik balik bagi peternak lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan tidak sekadar menjadi penonton di kandang sendiri.

Kepala UPTD Puskeswan III Kabupaten Gianyar (wilayah kerja Kecamatan Gianyar, Blahbatuh, dan Sukawati), drh. I Nyoman Arya Dharma, seizin Plt. Kadis Pertanian I Wayan Suarta, Senin (11/5) menegaskan bahwa peternak sapi di Gianyar memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan.

Baca juga:  Februari 2023, Kredit Tumbuh Lebih Rendah Dibandingkan DPK

“Peternak kita punya kualitas ternak yang baik dan pengalaman turun-temurun. Namun, tantangan seperti kenaikan harga pakan dan permainan tengkulak seringkali membuat peternak lokal hanya mendapatkan sisa keuntungan. Ini yang harus kita ubah,” ujar drh. Arya Dharma.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, peternak didorong untuk lebih berani naik kelas. Langkah strategis yang disarankan meliputi pembentukan kelompok ternak yang kuat, penguatan pemasaran langsung tanpa perantara, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif.

Baca juga:  Bersamaan Sholat Jumat, Pemotongan Hewan Kurban Diundur Sehari

Selain itu, Idul Adha dipandang sebagai momentum penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sapi lokal Gianyar. Sapi yang dihasilkan harus dipastikan sehat, layak, terawat, dan memenuhi syariat kurban.

“Peternak yang disiplin menjaga kebersihan kandang, rutin melakukan vaksinasi, dan memperhatikan kesejahteraan hewan akan jauh lebih dipercaya oleh pembeli,” tambahnya.

Pihak UPTD Puskeswan juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat untuk terus mendampingi peternak, bukan hanya saat permintaan sapi meningkat, tetapi secara berkelanjutan. Ketahanan pangan daerah dinilai bermula dari kesehatan dan keberlangsungan kandang-kandang rakyat.

Baca juga:  Setelah Siswa, Para Guru Direncanakan Sebagai Penerima MBG

Gianyar yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya dan pariwisata, kini diharapkan juga dikenal sebagai daerah yang menghargai dan memperkuat posisi peternaknya.

“Tanpa peternak yang kuat, mustahil tercipta kemandirian pangan dan ekonomi desa yang sehat. Prinsip kita jelas, rawat sapinya, hormati peternaknya, dan kuatkan ekonomi desanya,” pungkas drh. Arya Dharma.

Dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat dari Puskeswan dan semangat inovasi dari peternak, diharapkan Idul Adha 2026 menjadi momentum kejayaan bagi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN