
DENPASAR, BALIPOST.com – Hari Raya Idul Adha yang identik dengan hewan kurban akan berlangsung dalam waktu dekat. Sebelum perayaan hari raya umat Muslim itu berlangsung, pemeriksaan terhadap hewan kurban akan dilakukan guna memastikan kesehatan dan keamanan hewan untuk dikonsumsi.
Di Denpasar sendiri masih dalam tahap penyusunan jadwal yang nantinya pemeriksaan akan difokuskan pada wilayah penjualan hewan kurban seperti Denpasar Barat (Denbar) dan Denpasar Utara (Denut).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, Ni Made Suparmi saat dikonfirmasi, Senin (11/5) mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun jadwal pemeriksaan sekaligus menyiapkan tenaga pemeriksa lapangan. “Nanti pemeriksaan juga akan kami sesuaikan dengan jadwal mulai berkumpulnya hewan kurban di lapak-lapak penjualan,” ujarnya.
Suparmi mengatakan, pemeriksaan awal direncanakan mulai dilakukan pada 19 Mei 2026 dengan menyasar lokasi penjualan hewan kurban yang sudah mulai beroperasi, seperti di Jalan Maruti, Kampung Jawa dan wilayah Denpasar Barat. Pemeriksaan nantinya, akan melibatkan petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dokter hewan pendamping, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana. “Petugas nantinya melakukan pendataan jumlah hewan, asal ternak, sekaligus memeriksa kondisi kesehatannya,” katanya.
Selain melakukan pemeriksaan langsung nantinya, Distan Denpasar juga akan memperketat pengawasan lalu lintas ternak mengingat sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Denpasar berasal dari luar daerah seperti Tabanan dan Buleleng.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan pencatatan jumlah hewan kurban yang masuk dan dipotong di masing-masing wilayah. Pada Idul Adha 2025 lalu, tercatat sebanyak 1.092 ekor sapi dan 2.432 ekor kambing dipotong di Kota Denpasar.
Meski tren pemotongan hewan kurban cenderung meningkat setiap tahun, Distan belum dapat memastikan proyeksi jumlah hewan kurban tahun ini. Sebab, sebagian masjid dan musala diketahui membeli hewan langsung dari peternak tanpa melalui pedagang lapak.
Disisi lain, penjualan hewan kurban jelanh Hari Raya Idul Adha sudah nampak di beberapa titik di Kota Denpasar. Seperti di Jalan Jalan Maruti (Kampung Jawa) yang mulai dipenuhi stok kambing kurban dari berbagai daerah di Bali. Kawasan ini rutin setiap tahunnya menjual hewan kurban.
Salah seorang pedagang kambing kurban, H M Syamsudin mengatakan, pendatangan kambing dilakukan secara bertahap mulai H-15 hingga H-5 Idul Adha, menyesuaikan permintaan pasar. Untuk tahap awal, pihaknya mendatangkan sekitar 15 hingga 20 ekor kambing sebagai sampel penjualan sebelum kembali menambah stok. Kambing yang dijualnya didatangkan dari Pupuan dan Singaraja. “Kalau ada petani yang menawarkan kambing bagus, langsung kita ambil,” terangnya. (Widiastuti/balipost)










