
SINGARAJA, BALIPOST.com – Atlet catur Buleleng kembali menunjukkan dominasinya di tingkat regional dan nasional. Berlaga dalam Rapid Chess Tournament Open 2026 di Krisna Oleh-oleh Khas Bali, Gianyar, Minggu (10/5), lima pecatur Buleleng sukses mengharumkan nama daerah dengan membawa pulang enam piala dari berbagai kategori.
Ketua Umum Pengkab Percasi Buleleng, Nyoman Suarjana, mengungkapkan bahwa turnamen tersebut merupakan salah satu kejuaraan catur paling bergengsi di Bali dengan jumlah peserta mencapai 416 orang. Dari total peserta tersebut, sebanyak 248 peserta berasal dari kalangan pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK, sementara 168 peserta lainnya bersaing di kategori umum.
Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya diikuti pecatur dari Bali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Bahkan sejumlah peserta internasional dari Inggris, Rusia, dan Ukraina turut ambil bagian dalam persaingan.
“Ini merupakan tournament bergengsi yang diadakan di Bali. Pesertanya sangat banyak dan berasal dari berbagai daerah bahkan luar negeri,” ujar Suarjana.
Di tengah persaingan ketat tersebut, lima atlet catur Buleleng berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih total enam medali. Putu Paramitha Parameswari dari SD Negeri 3 Kaliasem tampil gemilang dengan menyabet dua medali emas, masing-masing sebagai Juara I kategori SD dan Terbaik Putri.
Sementara itu, Komang Radika Wikrama dari SD Negeri 1 Banjar Jawa berhasil meraih medali perunggu sebagai Juara III kategori SD Putra. I Kadek Agus Prabangsa dari SMP Negeri 1 Singaraja juga menyumbangkan medali perunggu setelah finis di posisi ketiga kategori SMP Putra.
Pada kategori umum putri, Kadek Lusiana sukses meraih medali perak sebagai Juara II, sedangkan Ni Made Putri Suaryanadi menambah koleksi medali Buleleng dengan perunggu sebagai Juara III. Suarjana mengaku bangga atas pencapaian para atlet binaan Pengkab Percasi Buleleng tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet catur di Buleleng terus menunjukkan perkembangan positif. “Dengan terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan seperti ini, atlet tidak hanya belajar strategi untuk menang, tetapi juga melatih mental saat berhadapan dengan lawan. Saya berharap para juara ini dapat menjadi teladan bagi atlet catur lainnya, khususnya atlet asuhan Pengkab Percasi Buleleng,” katanya. (Yudha/balipost)










