Ilustrasi. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Bangli. Kali ini, empat orang siswa di Kelurahan Kubu dilaporkan menjadi korban gigitan seekor anjing liar pada Kamis (7/5) pagi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Jumat (8/5), membenarkan insiden tersebut. Pihaknya memastikan bahwa petugas telah melakukan penanganan baik terhadap hewan penggigit maupun para korban.

Baca juga:  Soal Pentas di PKB 2025, Petruk Ungkap Enggan Tampil

“Petugas sudah mengambil sampel otak anjing tersebut untuk diuji lab, dan para korban juga sudah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Kepala UPTD Puskeswan Bangli, Dewa Ayu Sarasuastini menjelaskan, sampel otak anjing telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet). Hasilnya sudah keluar dan anjing tersebut dinyatakan positif rabies.

Menyikapi hasil tersebut, petugas kemudian melakukan penelusuran terhadap anjing-anjing lain di sekitar lokasi yang diduga sempat kontak dengan anjing rabies tersebut. Dikatakan bahwa petugas tidak melakukan vaksinasi ulang di lokasi kejadian dikarenakan vaksinasi rabies sudah sempat dilaksanakan di wilayah tersebut sekitar sepekan lalu.

Baca juga:  Rabies Meluas ke Sawe Batuagung, Lima Warga Jadi Korban

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan, selain empat siswa terdapat enam warga lainnya yang juga jadi korban gigitan anjing di wilayah tersebut. Rinciannya tiga remaja, tiga dewasa.

“Semua sudah diberikan perawatan luka dan sudah divaksin VAR,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, I Nyoman Sudarma. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN