Wisatawan mancanegara (wisman) berjalan sambil melihat-lihat restoran yang ada di kawasan Sanur, Denpasar. Dalam upaya mengatasi masalah sampah, Pemkot Denpasar mendorong hotel, restoran, dan cafe (horeca) yang ada di wilayahnya untuk mengelola sampah secara mandiri. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam penanganan sampah khususnya di Kota Denpasar, masyarakat didorong mampu melakukan pengolahan sampah berbasis sumber. Hal tersebut juga didorong pada sektor usaha khususnya hotel, restoran dan kafe (Horeka) yang saat ini disebut masih banyak menggunakan jasa swakelola.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara usai, acara Sosialisasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (8/5) mengatakan, di Kota Denpasar terdapat 1.980 horeka dengan timbulan sampah mencapai 200 ton per hari.

Jaya Negara menyebut, keterlibatan pelaku usaha dinilai sangat menentukan keberhasilan penanganan sampah berbasis sumber. “Kalau horeka juga bisa menyelesaikan sampahnya di hulu, maka penanganan sampah berbasis sumber bisa lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga:  Usai Galungan, Volume Sampah Naik 30 Persen

Dia mengatakan, Pemkot Denpasar juga akan menyiapkan sistem penilaian dan sertifikasi bagi usaha horeka yang dinilai memenuhi standar pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. “Nanti hotel atau horeka yang benar-benar memenuhi standar pengelolaan sampah akan diberikan sertifikat. Ini juga menjadi bentuk dukungan bagi mereka,” kata Jaya Negara.

Sementara itu, saat ini penanganan sampah dari hulu terus diperkuat melalui pembangunan teba vertikal modern dan distribusi komposter bag di desa dan kelurahan. Pada 2026 ini di Denpasar sudah ada 4.062 teba vertikal dan 176.413 komposter bag pada 2026 yang mampu mengolah sampah 198 ton per hari.

Baca juga:  Hari Raya Galungan, Badung Bebas dari Lonjakan Sampah

“Di hulu kita dorong komposter bag dan teba vertikal. Sekarang kapasitas baru sekitar 189 ton per hari. Harapan kami dengan seluruh komposter itu bisa menambah kapasitas pengolahan sampah di Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Kata dia, Pemkot juga memperkuat pengolahan sampah di tingkat menengah melalui 23 Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang tersebar di Denpasar. Saat ini total sampah yang mampu diolah TPS3R mencapai 66.831 kilogram atau sekitar 66,8 ton per hari.

Di sektor hilir, Pemkot mengoptimalkan tiga TPST yakni TPST Padangsambian Kaja, Kesiman Kertalangu, dan Tahura. Melalui penambahan mesin gibrig, mesin pengolahan plastik menjadi paving, mesin pelet organik, hingga teknologi energi baru terbarukan (EBT), kapasitas pengolahan ditargetkan melonjak drastis.

Baca juga:  Di Jimbaran, "Suksma Bali" Libatkan Seribuan Orang

TPST Padangsambian Kaja yang awalnya berkapasitas 18 ton per hari ditingkatkan menjadi sekitar 35 ton per hari. TPST Kesiman Kertalangu dari 19 ton menjadi sekitar 25 ton per hari. Sementara TPST Tahura diproyeksikan meningkat dari 35 ton menjadi sekitar 250 ton per hari.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Horeka harus mampu mengelola sampah secara mandiri. Selama ini masih banyak yang sampahnya diangkut atau dengan kata lain memanfaatkan jasa swakelola. “Nanti harus kelola sendiri. Selama ini diangkut,” katanya. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN