Populasi sapi di Tabanan mencukupi untuk keperluan hewan kurban pada Idul Adha mendatang. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 27 Mei mendatang, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Tabanan dipastikan masih aman. Di sisi lain, Dinas Pertanian Tabanan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan juga akan memperketat pemeriksaan kesehatan sapi dan kambing yang dijual untuk kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. I Gde Eka Parta Ariana, mengatakan, populasi sapi potong di Tabanan saat ini mencapai 5.947 ekor dengan estimasi pemotongan sekitar 479 ekor.

Baca juga:  Agus Prayogo Belum Pecahkan Rekor Eduardus

Sedangkan populasi kambing tercatat sebanyak 2.343 ekor dengan estimasi pemotongan mencapai 303 ekor. Sedangkan untuk sebaran populasi sapi terbesar berada di Kecamatan Baturiti sebanyak 1.902 ekor, disusul Penebel 1.042 ekor dan Marga 955 ekor. Sementara populasi kambing terbanyak berada di Kecamatan Pupuan mencapai 1.401 ekor.

Selain memastikan ketersediaan ternak, pihaknya juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dengan menerjunkan tim kesehatan hewan. “Pemeriksaan ante mortem dijadwalkan H-2 Idul Adha dengan menyasar lokasi penjualan hewan kurban hingga tempat pemotongan,” ucapnya, Jumat (8/5).

Baca juga:  Kekuatan Finansial Alami yang Dimiliki Setiap Zodiak

Tak hanya itu saja saat penyembelihan atau pemotongan petugas juga melakukan pemeriksaan post mortem guna memastikan daging dan organ hewan layak konsumsi. “Pengawasan tidak hanya difokuskan pada sapi kurban, tetapi juga kambing yang banyak dijual di pinggir jalan maupun lokasi penjualan musiman lainnya,”jelasnya.

Tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian ini akan melakukan pemeriksaan kondisi fisik hewan, kebersihan kandang penjualan, hingga kelengkapan dokumen kesehatan ternak guna mencegah masuknya hewan yang terindikasi penyakit menular.

Baca juga:  Disdagprin Ancam Bongkar Pengerjaan Proyek Pasar Tidak Sesuai Bestek

“Petugas kesehatan hewan akan diterjunkan langsung ke lokasi penjualan dan tempat pemotongan hewan kurban. Sedangkan untuk pengawasan di Rumah Potong Hewan juga dilakukan dokter hewan yang bertugas, disana” ujarnya.

Menurutnya, Rumah Potong Hewan (RPH) di Tabanan selama ini juga rutin menerima pemotongan hewan kurban dari sejumlah masjid, khususnya di wilayah Kota Tabanan. Karena itu pengawasan kesehatan diperketat agar daging yang dibagikan kepada masyarakat aman, sehat, dan utuh.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN