Pengolahan sampah di UPS Kelurahan Giwangan, Yogyakarta. (BP/wid)

YOGYAKARTA, BALIPOST.com – Penanganan sampah di Kelurahan Giwangan, Kota Yogyakarta mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah. Untuk sampah anorganik bekerjasama dengan bank sampah yang ada di setiap RW. Sementara untuk sampah organik memanfaatkan biopori jumbo atau di Denpasar dikenal dengan teba modern.

Hal tersebut terungkap dalam salah satu agenda pada Kegiatan Fasilitasi Komunikasi Pimpinan Kota Denpasar ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Rabu (6/5) di Kelurahan Giwangan, Yogyakarta.

Baca juga:  Bawa Sampah Organik ke TPA Suwung Dilakukan Bersyarat! Wali Kota Sebut untuk Desa/Kelurahan Tak Punya TPS 3R

Dalam kunjungan tersebut, Lurah Giwangan, Murni Warinia menjelaskan, di Kelurahan Giwangan terdapat 13 bank sampah yang tersebar di masing-masing RW. Bank sampah ini rata-rata buka setiap satu bulan sekali.

“Dalam kegiatannya masyarakat yang menabung sampah dapat menarik tabungannya sekali dalam setahun. Biasanya penarikan dilakukan jelang Lebaran atau sesuai kesepakatan di masing-masing RW,” katanya.

Dalam pemanfaatan sampah anorganik ini, bank sampah tersebut bekerjasama dengan komunitas daur ulang, Jogja Life Cycle.

Baca juga:  Lestarikan Budaya Papua, Kemenpar Dukung Festival Budaya Keerom Sasar Crossborder

Komunitas ini mampu mengubah sampah plastik menjadi produk-produk menarik seperti meja, tatakan hingga pernak-pernik atau asesoris seperti gelang, kalung dan sebagainya.

Sementara itu, untuk sampah organik, kata Murni, masyarakat memanfaatkan biopori jumbo yang nantinya diolah menjadi kompos. “Kompos ini nantinya dimanfaatkan oleh kelompok tani seperti Gapoktan dan KWT,” katanya.

Selain itu, di Keluarahan Giwangan juga terdapat Unit Pengelolaan Sampah (UPS) dengan memanfaatkan mesin RDF. UPS ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat yang mampu mengolah 10 ton sampah per hari.

Baca juga:  Kadin Bali Serahkan Bantuan APD ke RS PTN Unud

Menurut Murni, UPS ini dimanfaatkan 2 RW di Keluarah Giwangan, sementara RW lainnya memanfaatkan TPST lainnya. Dalam UPS ini terdapat di paket mesin yang mengolah sampah organik dan anorganik. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN