Pemain belakang Bali United, Joao Ferrari (putih) melompat sambil menyundul bola yang dihalangi pemain Madura United dalam lanjutan pekan ke-31 BRI Super League 2025/26, Selasa (5/5) sore di Gelora Bangkalan, Madura. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Langkah Bali United dalam perburuan posisi lima besar BRI Super League 2025/26 makin berat. Setelah sempat menunjukkan tren positif dalam beberapa laga terakhir, Serdadu Tridatu justru tumbang 0-2 dari Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5).

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena datang di saat Bali United sedang membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa finis di papan atas klasemen.

Tuan rumah langsung mengejutkan Bali United lewat gol cepat Iran Junior pada menit ke-6. Gol tersebut membuat ritme permainan tim asuhan Johnny Jansen berubah dan memaksa mereka bermain di bawah tekanan sejak awal laga.

Baca juga:  Jalani Latihan 3 Pekan, Pemain Bali United Siap ke Piala AFC

Meski mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, Bali United kembali dihantui masalah klasik, buruknya penyelesaian akhir. Berbagai kesempatan gagal berbuah gol akibat kurang tajamnya lini depan serta gemilangnya penampilan kiper lawan.

Sebaliknya, Madura United tampil lebih efektif. Laskar Sape Kerrab sukses memanfaatkan peluang yang ada, termasuk gol kedua melalui penalti Brandao Junior pada menit ke-77 yang memastikan kemenangan tuan rumah.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Menurutnya, persoalan utama tim bukan hanya soal permainan, tetapi juga mentalitas saat menghadapi pertandingan penting.

Baca juga:  Libur Panjang, Okupansi Hotel di Kuta dan Legian Capai 90 Persen

“Hasilnya tidak bagus, saya sangat kecewa karena menurut saya kami memainkan pertandingan-pertandingan terakhir dengan sangat baik,” ujar Johnny Jansen.

Pelatih asal Belanda itu menilai timnya kehilangan daya juang dan agresivitas dalam duel-duel penting di lapangan.

“Jika ingin memenangkan pertandingan seperti ini, semuanya dimulai dari mentalitas. Kami tahu bisa bermain sepak bola dengan baik, tetapi dalam hal sikap dan attitude hari ini kami tidak bagus,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat Bali United tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 45 poin. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, peluang menembus lima besar kini semakin berat.

Baca juga:  Bandara Bali Utara, Pandemi dan Masa Depan Bali

Namun Johnny Jansen menegaskan timnya belum menyerah dan akan menjadikan tiga laga sisa sebagai ajang pembuktian untuk bangkit dari inkonsistensi.

“Fokus kami di laga berikutnya harus meraih kemenangan. Target lima besar memang jadi lebih sulit setelah kekalahan ini,” katanya.

Ia juga kembali menyoroti minimnya produktivitas gol sebagai masalah utama Bali United sepanjang musim ini.

“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak mencetak cukup banyak gol. Itu menjadi masalah sepanjang musim,” pungkas Johnny. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN