Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna menjelaskan kepesertaan JKN di Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 29.864 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bangli tercatat berstatus nonaktif. Angka tersebut setara dengan 13,06 persen dari total kepesertaan di Bangli.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, mengungkapkan peserta nonaktif ini berasal dari berbagai segmen, mulai dari peserta mandiri, penerima upah, hingga penerima bantuan iuran (PBI) baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “jumlah terbanyak didominasi oleh segmen peserta mandiri,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca juga:  Begini Cara Menyembuhkan Ketergantungan Narkoba

Banyaknya peserta nonaktif ini berdampak pada besarnya piutang iuran. BPJS Kesehatan mencatat total tunggakan peserta JKN di Kabupaten Bangli mencapai Rp9 miliar, yang sepenuhnya berasal dari kelompok peserta mandiri.

Menurut Catur Wiguna faktor ekonomi diduga menjadi penyebab macetnya pembayaran iuran, mengingat dominasi penunggak berada di kelas III. Fenomena peserta mendaftar saat sakit namun berhenti membayar iuran setelah sembuh disinyalir juga masih sering terjadi.

Baca juga:  Rawan Bencana, Tiga Jalur Ini Diatensi saat Arus Mudik Lebaran

Menyikapi tingginya tunggakan, BPJS Kesehatan sebenarnya telah memberikan keringanan bagi peserta mandiri yang menunggak dengan memberi kelonggaran melalui skema cicilan. Sementara bagi peserta PBI atau yang iurannya ditanggung pemerintah diimbau rutin mengecek status kepesertaan agar tidak mendapati status nonaktif saat hendak digunakan. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN