Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna menjelaskan kepesertaan JKN di Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 29.864 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bangli tercatat berstatus nonaktif. Angka tersebut setara dengan 13,06 persen dari total kepesertaan di Bangli.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, mengungkapkan peserta nonaktif ini berasal dari berbagai segmen, mulai dari peserta mandiri, penerima upah, hingga penerima bantuan iuran (PBI) baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “jumlah terbanyak didominasi oleh segmen peserta mandiri,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca juga:  Sial Interfood 2018 Diikuti 1.000 Peserta Mancanegara

Banyaknya peserta nonaktif ini berdampak pada besarnya piutang iuran. BPJS Kesehatan mencatat total tunggakan peserta JKN di Kabupaten Bangli mencapai Rp9 miliar, yang sepenuhnya berasal dari kelompok peserta mandiri.

Menurut Catur Wiguna faktor ekonomi diduga menjadi penyebab macetnya pembayaran iuran, mengingat dominasi penunggak berada di kelas III. Fenomena peserta mendaftar saat sakit namun berhenti membayar iuran setelah sembuh disinyalir juga masih sering terjadi.

Baca juga:  Tunggakan Iuran JKN akan Dihapus, Menkes Sebut Tunggu Perpres

Menyikapi tingginya tunggakan, BPJS Kesehatan sebenarnya telah memberikan keringanan bagi peserta mandiri yang menunggak dengan memberi kelonggaran melalui skema cicilan. Sementara bagi peserta PBI atau yang iurannya ditanggung pemerintah diimbau rutin mengecek status kepesertaan agar tidak mendapati status nonaktif saat hendak digunakan. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN