Dua wisatawan mancanegara (wisman) berjalan sambil menikmati suasana di Pantai Berawa, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Rata-rata wisatawan hanya menginap 2,8 hari di Badung. Angka ini dinilai masih “terlalu singkat” untuk memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Karena itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung terus memacu strategi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus memperkuat kualitas pariwisata yang berkelanjutan.

Dispar Badung membuka ruang kolaborasi lebih luas agar dampak ekonomi dari sektor pariwisata bisa semakin dirasakan masyarakat. “Semakin lama wisatawan tinggal, maka belanja yang mereka keluarkan juga meningkat. Ini tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Badung, A.A. Putri Mas Agung pada Selasa (5/5).

Baca juga:  Mulai Meningkat, Kendaraan Wisatawan Domestik Masuk Bali

Menurutnya, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh kepala bidang untuk merumuskan program prioritas. Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan adalah menghadirkan event berskala nasional.

“Dari hasil koordinasi tersebut, kami menargetkan minimal satu event berskala nasional. Event ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan (length of stay),” ungkapnya.

Selain mengandalkan event, Dispar Badung juga menaruh perhatian besar pada pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) dan penguatan desa wisata. Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong pariwisata berbasis masyarakat sekaligus memperkuat identitas lokal. Pengembangan desa wisata dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan atraksi berbasis kearifan lokal, serta peningkatan kualitas DTW. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan konsep quality tourism di Badung.

Baca juga:  Era Digital, Pesan Hotel Dapat Diskon 10 Persen

“Kami percaya pariwisata berkualitas harus berakar dari desa. Desa wisata tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi kekuatan utama yang mencerminkan identitas dan budaya lokal,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama untuk mencapai target pembangunan yang berkelanjutan.

“Visi Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Badung untuk mewujudkan pariwisata berkualitas berlandaskan nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali harus didukung bersama. Kolaborasi adalah kunci. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun pariwisata Badung yang tidak hanya ramai, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” ajaknya.

Baca juga:  Setelah Wisman, AMPB Apresiasi Kebijakan Gubernur Koster Berlakukan Kontribusi Wisatawan

Dengan berbagai strategi tersebut, Putri Mas Agung optimistis mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperkuat fondasi pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. (Parwata/balipost)

BAGIKAN