Polisi bersama warga mengevakuasi korban meninggal di sawah. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang petani lanjut usia (lansia), I Nyoman Kupang (82), meninggal dunia di sawah Subak Uma Selat, Desa Yangapi, Tembuku, Kamis (30/4). Petani asal Banjar Bukit Sari, Desa Undisan itu diduga meninggal dunia akibat kedinginan setelah wilayah tersebut diguyur hujan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi I Wayan Saren sekitar pukul 06.30 WITA. Saksi melihat korban yang sedang menyabit rumput tiba-tiba lunglai dan merebahkan diri di area sawah yang basah akibat hujan. Saksi sempat berteriak menegur korban agar tidak bercanda, namun tidak mendapat respons.

Baca juga:  Tjawi Meninggal, DPRD Kota Denpasar Berduka

Merasa curiga, saksi mendekat untuk membangunkan korban. Saat diperiksa, korban ternyata sudah tidak bernapas. Saksi kemudian bergegas mencari bantuan warga dan menghubungi pihak keluarga.

Polsek Tembuku yang mendapat laporan kejadian itu segera mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Inafis Polres Bangli dan tim medis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Tubuh korban masih dalam keadaan lemas saat ditemukan.

Baca juga:  Diduga Terseret Arus, Remaja Laki-laki Ditemukan Meninggal di Bendungan Penarungan

Kapolsek Tembuku, AKP I Putu Dadi, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, ia menyampaikan bahwa penyebab kematian korban diduga kuat akibat kedinginan. Korban diketahui sudah berada di sawah sekitar satu jam sebelum kejadian. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN