Suasana di SMPN 1 Selat saat peristiwa kesurupan sejumlah siswa terjadi pada Senin (27/4). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejumlah siswa SMPN 1 Selat, pada Senin (27/4) mengalami kesurupan. Diduga akibat pohon jepun tua yang ada di lingkungan sekolah tersebut tertimpa tower WiFi saat melakukan pembongkaran. Atas kejadian itu, pihak sekolah akan membangun palinggih di lokasi.

Kepala SMPN 1 Selat, I Nengah Siki Arta, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4) membenarkan sejumlah anak didiknya mengalami kesurupan. Kata dia, siswa yang mengalami kesurupan tidak banyak dan tidak bersifat massal.

Baca juga:  Cek Kesehatan Gratis di Bangli Sasar 42.403 Pelajar Sekolah

“Memang ada kejadian, tapi tidak massal, kurang dari 10 siswa. Pada Jumat sempat terjadi, Sabtu tidak ada, dan Senin pagi ada lagi beberapa siswa yang kesurupan,” ujarnya.

Siki Arta mengatakan, kejadian tersebut terjadi berkaitan dengan pembongkaran tower wifi yang sudah lama tidak digunakan dan dinilai membahayakan. Saat proses pembongkaran, tower tersebut direbahkan dan mengenai pohon jepun tua di area sekolah.

Baca juga:  Puluhan Warga Binaan Lapas Anak Ikuti UAS di SKB dan STKIP

Dari penelusuran yang dilakukan, pohon tersebut disebut-sebut memiliki “penghuni”, yang diyakini menjadi pemicu gangguan pada siswa. “Sebagai tindak lanjut, kami pihak sekolah berencana mendirikan palinggih di lokasi tersebut,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian itu terjadi sejak beberapa hari terakhir. Diduga kuat dipicu oleh pembongkaran tower WiFi di lingkungan sekolah yang mengenai pohon jepun tua yang disebut-sebut angker. Kejadian serupa kembali terjadi, pada Senin (27/4) pagi, dan siswa mendadak menangis histeris di area lapangan sekolah. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Terus Kesurupan, Belasan Siswa SMPN 4 Banjarangkan Diminta Tak Sekolah
BAGIKAN