Petugas saat melakukan vaksinasi di lokasi kejadian. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing yang sebelumnya menimpa 18 warga di Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, belum sepenuhnya tuntas. Di tengah upaya penanganan yang masih berlangsung, insiden serupa kembali terjadi dan kali ini menimpa seorang anak berusia 11 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi, pada Minggu (26/4) sekitar pukul 14.00 WITA di kawasan perumahan BTN Grahadi Teras, Kelurahan Banyuning. Saat itu, korban tengah bermain di lingkungan sekitar rumahnya. Namun, secara tiba-tiba seekor anjing liar berwarna hitam datang dan langsung menggigit bagian kaki korban. Kejadian mendadak tersebut sontak membuat warga sekitar panik.

Baca juga:  Tambahan Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali Masih Terjadi, Jumlahnya Kembali Turun

Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Novi Mahendra, saat dikonfirmasi, Senin (27/4), membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, usai digigit, korban langsung dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis berupa vaksinasi. “Saat itu korban sedang bermain. Tiba-tiba anjing liar yang memiliki anak datang dan langsung menggigit korban di bagian kaki,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Tisira Kelurahan Banyuning bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan langkah cepat berupa vaksinasi terhadap hewan peliharaan warga serta penanganan anjing liar yang berpotensi membahayakan.

Baca juga:  Percepat Vaksinasi, Polres Klungkung Kerahkan Personel ke Rumah Sasaran

Novi juga menyoroti pentingnya prosedur penanganan di fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas. Ia menyebutkan, dalam beberapa kasus masyarakat harus menunggu proses observasi terhadap anjing sebelum mendapatkan vaksin. Kondisi ini kerap membuat warga yang sudah panik memilih langsung ke rumah sakit melalui jalur mandiri.

“Karena situasinya darurat, masyarakat berharap bisa langsung mendapatkan vaksin. Namun, karena harus menunggu observasi, akhirnya banyak warga memilih jalur mandiri dan membayar sendiri,” imbuhnya.

Baca juga:  BUMN CSR Award, Telkom Optimis Raih Platinum lewat Program Kemitraan

Sementara itu, terkait perkembangan kasus sebelumnya yang menyebabkan 18 korban gigitan, Novi menyatakan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan. Upaya pencarian anjing liar juga terus diperluas, termasuk penyisiran wilayah hingga ke Penarukan.

“Penyisiran dilakukan hingga malam hari, melibatkan Tim Tisira, aparat kepolisian, serta pihak kelurahan. Ke depan, akan kembali dilakukan vaksinasi dan eliminasi anjing liar,” ujarnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN