
DENPASAR, BALIPOST.com – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Bali menyiapkan program “Sekolah Perempuan” sebagai langkah strategis membangun kapasitas perempuan, khususnya dalam bidang kepemimpinan, ekonomi, dan literasi digital. Program ini ditargetkan mulai berjalan dalam enam bulan ke depan, diawali dengan rangkaian pelatihan dan penyusunan kurikulum.
Ketua KPPG Bali, I Gusti Ayu Mas Seri Lestari P., menegaskan bahwa penguatan perempuan tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, pihaknya akan menggandeng berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga lintas profesi, dalam menjalankan program berkelanjutan.
“Kami bersinergi dengan kaum muda, perempuan muda, dan berbagai profesi. Ke depan akan banyak seminar, mulai dari digitalisasi, penguatan UMKM, hingga bagaimana membangun branding diri dan usaha,” ujarnya di sela-sela aksi bersih-bersih Pantai Segara Ayu, Sanur, Sabtu (25/4) pagi.
Menurutnya, kemampuan membangun citra diri menjadi penting, terutama bagi perempuan yang ingin terjun ke ruang publik, termasuk politik. Selain itu, kemandirian ekonomi juga menjadi faktor kunci.
“Kebebasan finansial itu penting. Bagaimana seseorang bisa fokus memimpin kalau masih disibukkan dengan persoalan dapur. Karena itu, kami dorong peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha maupun kader perempuan. “Lompatan teknologi luar biasa. Semua harus dilakukan secara simultan, termasuk pemanfaatan AI untuk mendukung usaha dan aktivitas ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Bendahara KPPG Bali, Bella Berlian Rustam, menjelaskan bahwa Sekolah Perempuan akan dirancang sebagai wadah pendidikan kader secara sistematis, dengan materi mencakup karakter, keterampilan kepemimpinan, hingga pemahaman politik dan pemerintahan.
“Kami akan mendidik calon kader perempuan agar memiliki karakter kuat dan skill yang dibutuhkan, terutama untuk memimpin, baik di pemerintahan maupun dunia politik,” jelasnya.
Program ini akan dibuka dalam beberapa angkatan (batch), dengan kurikulum yang disusun bersama DPD dan DPP Partai Golkar. KPPG juga berencana menghadirkan pembicara dari tingkat lokal hingga nasional.
“Untuk waktunya, sementara belum ditetapkan secara pasti. Tapi kemungkinan dalam enam bulan ini sudah mulai dengan pelatihan-pelatihan awal sambil mematangkan kurikulum,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini terbuka bagi perempuan yang ingin bergabung dan mengembangkan diri bersama Partai Golkar. Peserta nantinya tidak hanya mendapatkan pelatihan dasar, tetapi juga pendampingan lanjutan, terutama dalam pengembangan usaha.
“Kami melihat selama ini banyak pelatihan UMKM hanya sebatas membuka toko online. Padahal yang lebih penting adalah tahap lanjutan seperti branding, marketing, dan strategi penjualan. Itu yang akan kami tekankan,” katanya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi berbasis AI juga akan diperkenalkan agar pelaku UMKM dapat menghemat biaya operasional, seperti desain dan pemasaran.
“Di era sekarang, banyak hal bisa dilakukan dengan mudah dan bahkan gratis dengan bantuan AI. Ini yang ingin kami dorong agar UMKM bisa naik kelas,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

