Ni Nengah Widiasih. (BP/Dokumen)

JAKARTA, BALIPOST.com – Atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih menggeluti usaha kuliner di kampung halamannya di Bali berkat bonus yang ia terima dari pemerintah.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (24/4), Widiasih resmi membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar pada Selasa 17 Februari 2026.

Widiasih mengatakan, usaha tersebut berangkat dari latar belakang keluarganya yang memiliki keahlian memasak, khususnya sang ayah yang dikenal piawai mengolah masakan Bali dan babi guling.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap atlet sekarang ini sudah berbeda dan luar biasa, berkat bonus yang diberikan oleh pemerintah,

Baca juga:  Karisma Evi Raih Perak dan Pecahkan Rekor Dunia di Paralimpiade

Peraih dua medali Paralimpiade tersebut memperluas kiprahnya dari arena angkat berat ke dunia usaha kuliner sebagai langkah menyiapkan masa depan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Keluarga saya memang jago masak, terutama bapak. Jadi kenapa tidak kita kembangkan? Sekalian supaya bapak punya kesibukan setelah ibu saya meninggal,” kata Ni Nengah.

Rencana membuka usaha sebenarnya sudah lama menjadi keinginan. Namun pencarian lokasi baru dilakukan serius sejak akhir 2024. Setelah beberapa kali merasa belum cocok dengan tempat yang ada, lokasi yang dirasa tepat justru diperoleh di akhir 2025, saat dirinya mulai pasrah dan menghentikan pencarian.

Baca juga:  Anggota Komisi V DPR RI Apresiasi Penerapan TOSS

Usaha ini menjadi bisnis pertamanya bersama sang kakak. Ia mengakui dunia kuliner jauh berbeda dengan dunia olahraga maupun investasi properti yang sebelumnya lebih ia kenal. Ia baru menyadari kompleksitas pengelolaan rumah makan setelah terjun langsung.

“Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat,” ungkap Widiasih.

Sebagai atlet yang telah mencatatkan prestasi internasional medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Paralimpiade Tokyo 2020, serta finis kelima di Paralimpiade Paris 2024, ia menyadari karier atlet memiliki batas waktu. Karena itu, usaha kuliner ini menjadi salah satu persiapan jangka panjang.

Baca juga:  Lifter Banat Belum Tentukan Kelas yang Diikuti

“Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata dia.

“Saya tidak mau sukses sendirian. Kalau kita diberi rezeki lebih, jangan disimpan sendiri. Punya satu atau dua karyawan saja itu sudah sangat berarti,” katanya.

Nama Men Bingin yang disematkan pada rumah makannya diambil dari nama belakang mendiang ibunya sebagai bentuk penghormatan.

Seluruh masakan diracik langsung oleh sang ayah, yang menurutnya memasak dengan penuh cinta, layaknya untuk keluarga sendiri. (kmb/balipost)

BAGIKAN