Langit mendung terpantau di daerah Badung. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Rabu (22/4) sejumlah peristiwa terjadi. Dari cuaca Bali hingga tukar guling lahan mangrove BTID di Jembrana menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.

Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya.

Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:

1. Kabupaten Ini Berpotensi Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Bali Pada 22 April 2026

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Bali pada Rabu (22/4) adalah berawan dengan potensi hujan. Suhu tertinggi pada hari ini mencapai 34 derajat celcius.

Dalam peringatan dini hujan 3 harian yang diunggah di instagram BMKG Bali, pada Rabu (22/4) pukul 08.00 WITA hingga Kamis (23/4) pukul 08.00 WITA yang mendapatkan peringatan level waspada dengan kategori hujan sedang hingga lebat adalah Badung.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/22/544618/Kabupaten-Ini-Be…ensi-Hujan,Cek…html

Baca juga:  Bos Properti Nyambi Jadi Pengedar Kokain

2. Tim Gabungan Sidak Izin Gudang di Ubud

GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam rangka memperkuat kepatuhan perizinan dan tertib administrasi usaha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pembinaan terkait Tanda Daftar Gudang (TDG) di Wilayah Kecamatan Ubud, Selasa (21/4).

​Kegiatan yang menyasar pelaku usaha industri penggilingan padi dan penyosohan beras ini mendapatkan pendampingan langsung dari Danramil 1616-02/Ubud, Mayor Inf I Gede Astawa, bersama jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Ubud.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/22/544880/Tim-Gabungan-Sidak-Izin-Gudang…html

3. Gubernur Koster Terima Aksi Mahasiswa Unud, Jelaskan Alasan Penutupan TPA Suwung dan Skema Tangani Sampah

DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) di Kantor DPRD Bali, Rabu (22/4), berujung pada dialog terbuka dengan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik keras atas krisis pengelolaan sampah yang dinilai gagal dari sisi sistem, kebijakan, hingga penegakan hukum.

Baca juga:  Hapus Anggapan Bali Destinasi Wisata Narkoba, Ini Upaya Komjen Golose

Perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan menyampaikan poin serupa. Diantaranya, lemahnya koordinasi antar lembaga, minimnya fasilitas pengolahan, serta kebijakan yang dianggap belum efektif. Mereka juga menyoroti dampak penutupan TPA Suwung sejak 1 April 2026 yang dinilai belum diimbangi kesiapan sistem alternatif, sehingga memicu penumpukan sampah di sejumlah wilayah.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/22/544717/Gubernur-Koster-Terima-Aksi-Mahasiswa…html

4. Bawa Spanduk “Bali Pulau Seribu Sampah”! Mahasiswa Unud Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRD

DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) membawa beragam spanduk, salah satunya bertuliskan “Bali Pulau Seribu Sampah.” Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Bali, Rabu (22/4), sebagai bentuk protes atas krisis sampah yang kian memburuk pasca penutupan TPA Suwung.

Aksi ini menjadi respons atas kondisi pengelolaan sampah di Bali yang dinilai semakin tidak terkendali. Mahasiswa menilai kebijakan penutupan TPA Suwung sejak 1 April 2026 dilakukan tanpa kesiapan sistem pengganti yang matang, sehingga memicu penumpukan sampah di berbagai wilayah.

Baca juga:  Pariwisata Maju, Ini Salah Satu Dampak Negatifnya

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/22/544686/Bawa-Spanduk-Bali-Pulau-Seribu…html

5. Soal Tukar Guling Lahan Mangrove BTID di Jembrana, Ini Kata BPN

NEGARA, BALIPOST.com – Lahan pengganti PT BTID di Jembrana menjadi agenda pembicaraan dalam kunjungan kerja Tim Pansus Tata Ruang, Aset, dan Daerah (TRAP) DPRD Bali, Rabu (22/4). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah instansi memastikan proses tukar guling lahan telah berjalan sesuai regulasi yang berlaku pada masanya.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jembrana, I Gede Wita Arsana, menegaskan bahwa lahan pengganti yang dimaksud memang tersedia secara fisik. Berdasarkan data yang dimiliki, lokasi tersebut tidak hanya mencakup lahan milik BTID, tetapi juga terdapat sejumlah lahan penukar lainnya dengan luasan mencapai sekitar 60 hektare.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/04/22/544923/Soal-Lahan-Tukar-Guling-Lahan…html

BAGIKAN