
DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menanggapi dua rekomendasi kebijakan utama mahasiswa BEM Universitas Udayana (Unud) terkait percepatan pengelolaan sampah, yakni sistem audit menyeluruh dan pembentukan kanal pelaporan digital langsung di bawah gubernur.
Seusai dialog di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/4), Koster menegaskan bahwa mekanisme audit terhadap pengelolaan sampah sejatinya sudah berjalan melalui lembaga resmi pemerintah. “Diaudit oleh PPK sudah, oleh inspektorat juga sudah. Jadi kalau ada tim audit dari Udayana, silakan,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi respons atas desakan mahasiswa yang meminta transparansi penuh terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pengelolaan sampah di Bali.
Terkait usulan pembuatan kanal pelaporan digital yang langsung terhubung ke gubernur, Koster menyebut ide tersebut sebagai masukan yang baik, meski mengakui perlu penyesuaian dengan gaya kepemimpinannya. “Bagus juga itu. Boleh dipertimbangkan buat kanal sendiri,” katanya.
Namun demikian, Koster menegaskan dirinya tidak terlalu condong pada pendekatan komunikasi berbasis konten digital. “Saya takutnya dikira saya suka konten, padahal saya nggak suka. Gaya saya ya kerja saja supaya selesai,” tegasnya.
Meski begitu, Koster tidak menutup pentingnya komunikasi publik. Ia menyebut bahwa penyampaian informasi kepada masyarakat tidak harus selalu melalui kanal digital khusus. “Komunikasi kan tidak harus dengan cara itu. Media sudah cukup banyak,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa gaya komunikasinya selama ini memang cenderung langsung dan apa adanya. “Memang natural saya begitu. Mungkin ada yang tidak suka, tapi ada juga yang suka,” tambahnya. (Ketut Winata/balipost)










