Beberapa produk UMKM dipajang di PLUT Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Nengah Darsana melontarkan kritik terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bangli. Ia menilai banyak bangunan fisik yang menghabiskan anggaran besar namun belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dia mencontohkan salah satunya keberadaan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Darsana menilai fungsi gedung tersebut hingga kini belum maksimal.

“Gedung PLUT, gaungnya besar tapi manfaatnya apa? Belum ada UMKM yang menghasilkan profit di sana. Fungsi gedung PLUT itu kan untuk menampung UMKM, yang bisa memajang dan menjual produknya lewat pemerintah daerah. Namun sekarang yang sudah berjalan apa? apa pernah ada pengunjung datang kesana membeli produk UMKM?Kecuali tamu diarahkan kesana. Itupun sangat jarang,” ujarnya.

Baca juga:  RSUP Sanglah Akui Ada Dokter Residen dan Tenaga Medis Terpapar COVID-19, Ini akan Dilakukan

Selain PLUT, Darsana juga menyinggung ketidakjelasan kelanjutan dan fungsi Sasana Budaya hingga proyek pembangunan rumah dinas yang dirancang menelan anggaran puluhan miliar rupiah. Ia menilai proyek-proyek tersebut bersifat monumental namun kurang mendesak jika dibandingkan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Darsana, seharusnya pemerintah lebih fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat. Hingga saat ini, masih banyak laporan mengenai jalan putus dan rusak yang belum tertangani dengan baik. “Banyak kebutuhan mendasar masyarakat seperti jalan putus dan jalan rusak yang mestinya menjadi skala prioritas utama kalau pemerintah memang melihat rakyat,” tegasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Karena Ini, "City Tour"  Klungkung Tak Berjalan Optimal

 

BAGIKAN